Global Wakaf Kenalkan Pasar Modal Lewat Sekolah Pasar Modal Syariah

Melalui sekolah pasar modal syariah ini, Global Wakaf hendak menjelaskan seluk beluk tentang saham syariah dan kaitannya dengan wakaf saham.

Global Wakaf Kenalkan Pasar Modal Lewat Sekolah Pasar Modal Syariah' photo
Peserta sedang mendapatkan pemaparan dari perwakilan BEI tentang investasi. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA - Global Wakaf makin menunjukkan keseriusannya dalam mengedukasi masyarakat tentang wakaf saham. Salah satunya melalui sekolah pasar modal syariah yang bertajuk Berkahnya Investasi Syariah. Dalam sekolah pasar modal yang digelar di Menara 165, Jakarta Selatan pada Jumat (27/9) ini, Global Wakaf turut mengundang perwakilan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan BNI Sekuritas sebagai pembicara.

Al Ghiffari Hasnul selaku perwakilan dari Divisi Pasar Modal Syariah BEI, memaparkan secara lengkap bagaimana pasar modal syariah bekerja. Sesekali ia juga memberikan pemahaman atas bedanya pasar modal syariah dengan pasar modal konvensional.

Bagi Ghiffari, atau yang akrab disapa Ari, penjelasan tersebut penting agar umat muslim tidak ketinggalan dengan orang lain di pasar modal. Hal tersebut karena adanya stigma bahwa investasi di pasar modal bertentangan dengan hukum agama Islam karena serupa judi dan riba.

“Pasar modal itu bisa untuk semua golongan. Sekarang sudah banyak investor-investor syariah yang kerjaannya bukan menduduki top management. Ada yang mulai dari satpam, ojek online, sampai pedagang kaki lima juga investasi saham. Jadi sambil mereka jual dagangan kaki limanya, mereka buka portofolio saham mereka,” ujar Ari.


Stigma judi dan haram tersebut kata Ari, sebenarnya telah dibantah sejak lama. Pasar modal syariah juga telah diatur oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Fatwa DSN-MUI No. 80 tahun 2011 telah menjelaskan bahwa transaksi saham di pasar modal syariah memiliki akad jual belu yang disebut Bai Al Musawamah, sehinga tidak dapat disebut berjudi. Lembaga tersebut juga yang akan menyeleksi saham-saham yang masuk agar sesuai dengan aturan Islam.

“Kalau di pasar modal modal konvensional, masih ada saham-saham yang tidak sesuai dengan syariah. Contohnya saham dari perusahaan minuman keras, saham dari perbankan konvensional, dan saham dari perusahaan rokok. Tapi di pasar modal syariah, saham-sahamnya sudah termasuk dalam saham syariah yang sudah lolos seleksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan DSN-MUI,” papar Ari.

Aditya Pratama selaku Head of Strategic Partnership Global Wakaf mengatakan, Global Wakaf lewat acara ini memang menargetkan untuk memberikan pemahaman seluas-luasnya kepada masyarakat dan calon wakif tentang investasi pasar modal syariah. Selain itu, Aditya juga memaparkan informasi tentang program Wakaf Saham yang diinisiasi oleh Global Wakaf.

“Juga tentu saja saham ini bisa diwakafkan. Bagian hasil pengelolaan dari wakaf saham yang diberikan kepada Global Wakaf akan lebih maksimal dimanfaatkan untuk keberkahan umat,” katanya. Potofolio wakaf dari Global Wakaf juga turut dijelaskan dalam acara tersebut. Seperti Lumbung Ternak Wakaf (LTW), Lumbung Pangan Wakaf (LPW), Ritel Wakaf, dan Warung Wakaf.

Peserta sekolah turut antusias dengan apa telah dijabarkan di dalam seminar tersebut. Salah satunya adalah Rizky, yang mengikuti seminar mulai dari awal. Rizky yang belum pernah terjun ke pasar modal sama sekali pun, mengaku tertarik dengan konsep investasi saham syariah tersebut.

“Saya barusan daftar rekening sekuritas lewat BNI. Karena memang belum pernah investasi saham sebelumnya. Ke depannya, saya berniat juga untuk mewakafkan saham yang saya beli ke Global Wakaf. Karena bagaimanapun, investasi untuk akhirat juga penting menurut saya,” ujar Rizky.

Selain dari mendapatkan edukasi tentang saham syariah, peserta juga menadapatkan materi pelatihan bisnis serta pengenalan aplikasi sekuritas dari BNI, yakni BIONS. Peserta juga berkesempatan melihat Galeri Wakaf Saham yang dikelola oleh Global Wakaf.[]

Bagikan

Terpopuler