Global Wakaf Luncurkan Layanan Wakaf Saham di BEI

Bekerja sama dengan BNI Sekuritas, Global Wakaf meluncurkan Wakaf Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai wujud kontribusi memajukan Indonesia dalam semangat filantropi.

Global Wakaf Luncurkan Layanan Wakaf Saham di BEI' photo

ACTNews, JAKARTA - Global Wakaf  bekerja sama dengan BNI Group melalui anak perusahaannya, BNI Sekuritas, meluncurkan sebuah layanan Wakaf Saham berupa investasi saham syariah. Peluncuran layanan Wakaf Saham ini dilakukan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terletak di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat. Peluncuran layanan tersebut ditandai dengan penekanan tombol yang dilakukan tepat pada jam 09:00 Kamis (8/8) ini, dan penandatanganan MOU antara kedua belah pihak.

Peluncuran layanan Wakaf Saham merupakan wujud komitmen BNI Sekuritas dan Global Wakaf sebagai lembaga nazir untuk berkontribusi memajukan Indonesia dalam semangat filantropi, yakni wakaf. Nantinya, dividen dari saham yang telah diwakafkan akan digunakan untuk menunjang portofolio wakaf produktif yang sampai kini terus dijalankan oleh Global Wakaf. Syahru Aryansyah selaku Presiden Direktur Global Wakaf mencontohkan portofolio tersebut di antaranya program Ritel Wakaf, Lumbung Ternak Wakaf, dan Lumbung Pangan Wakaf yang dijalankan untuk menuntaskan permasalahan pangan.

“Tentunya portofolio ini perlu dilakukan dengan cara manajemen yang profesional. Ada tiga proses, yakni input, process, output. Inputnya melalui cash wakaf dan aset wakaf, prosesnya manajemen profesional, dan outputnya adalah benefit, atau manfaat yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran bangsa dan dunia,” jelas Syahru, akrab disapa Ryan.


Menurut Ryan, diperlukan alat-alat juga untuk memastikan proses ini berjalan dengan lancar. Alat-alat yang ia maksud di antaranya adalah program Wakaf Saham dan Galeri Wakaf Saham. Galeri investasi syariah yang diluncurkan pada Selasa (6/8) lalu ini akan menjadi tempat bertemunya para investor, nazir, dan pihak sekuritas untuk melakukan transaksi Wakaf Saham. Galeri ini bertempat di kantor Global Wakaf di Lantai 9 Menara 165, Jakarta Selatan.

BNI Sekuritas sendiri selaku perusahaan efek, merasa senang bisa mempertemukan para calon investor serta nasabah BNI yang berpotensi menjadi wakif. Geger Maulana, selaku Plt Direktur Utama BNI Sekuritas mengatakan salah satu caranya adalah melalui aplikasi digital yang telah mereka luncurkan beberapa bulan lalu, yakni BIONS.

“Dengan melalui fasilitas ini kami bisa juga mengajak para calon investor dan nasabah kami untuk melakukan wakaf saham. Kita ingin berpartisipasi bagaimana kita mensejahterakan masyarakat Indonesia, terutama khususnya terkait dengan kemiskinan,” kata Geger.

Geger juga berharap nantinya Galeri Wakaf Saham bisa menggemakan semangat berwakaf agar lebih luas lagi. Selain itu, ia berharap nantinya akan ada penambahan jumlah investor syariah melalui galeri investasi syariah ini minimal 1.000 nasabah per tahunnya.


Inarno Djajadi selaku Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang hadir dalam acara tersebut, juga menyambut baik langkah dari Global Wakaf yang pada hari itu menerbitkan program Wakaf sahamnya di BEI. Ia berharap, langkah ini dapat diikuti oleh nazir dan perusahaan sekuritas lainnya sehingga bisa meningkatkan filantropi Islam di pasar modal Indonesia. Inarni sendiri berpendapat, perkembangan pasar modal syariah masa ini di Indonesia sangat menarik.

“Ini terlihat dari peningkatan jumlah investor syariah di Indonesia. Pada tahun 2011 hanya terdapat 500 investor syariah di Indonesia, dan saat ini per 30 Juni 2019, jumlah investor terus meningkat menjadi 55.229 investor. Luar biasa kenaikannya, atau naik sebesar 100 kali lipat dibanding tahun 2011,” kata Inarno.

Bagi Inarno, fenomena ini menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat di pasar modal syariah semakin meningkat. Ia juga menambahkan, pasar modal syariah kini memiliki banyak sekali potensi untuk berkembang lebih besar ke depannya.

“Oleh karena itu kita patut menjaga agar supaya pasar modal syariah ini tetap terpercaya bagi investor yang ingin berinvestasi sekaligus investasi amal jariyah” kata Inarno. [] 

Bagikan