GlobalGiving Peduli Petani Korban Bencana di Sulteng

GlobalGiving, lembaga kemanusiaan di Amerika Serikat juga memberikan perhatian kepada petani korban bencana alam tahun 2018 lalu. Di tengah pandemi Covid-19 ini, bantuan hadir dalam bentuk paket pangan.

GlobalGiving Peduli Petani Korban Bencana di Sulteng' photo
Bantuan pangan diberikan kepada keluarga prasejahtera dan petani di Sulteng. (ACTNews)

ACTNews, PALU – Pada November 2020, GlobalGiving serentak mendistribusikan bantuan pangan ke tujuh daerah di Indonesia. Di Sulawesi Tengah, 400 bantuan pangan hadir di untuk petani dan masyarakat prasejahtera di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala.Salah satu penerima manfaat adalah petani di Desa Karawana, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. 

Para petani amat senang dengan bantuan yang hadir, bahkan mereka juga berharap bisa mendapat bantuan pengairan untuk sawah mereka karena bencana gempa September 2018 lalu.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian ACT dan GlobalGiving. Bantuan pangan yang hadir di tengah pandemi Covid-19 ini membahagiakan hati kamu," aku Iqbal, salah satu penerima manfaat. Menurut keterangan yang diperoleh relawan ACT, para petani tidak lagi bisa bertani dan kehilangan mata pencaharian karena gempa merusak saluran irigasi. Petani kini bekerja serabutan, mengerjakan apapun yang menghasilkan nafkah.

Selain Desa Karawana di Sigi, ACT juga menyampaikan amanah GlobalGiving kepada masyarakat Desa Limboro dan Desa Lampo di Kabupaten Donggala. Sejumlah paket 200 diberikan kepada ibu tunggal, keluarga dengan anak yatim, dan lansia. Sedangkan, di Kelurahan Balaroa dan Kelurahan Kawatuna, bantuan pangan diberikan kepada penyintas bencana likuefaksi. Akibat bencana dua tahun lalu, mereka kehilangan tempat tinggal dan keluarga. Kebanyakan dari mereka, kini menata hidup, mulai dari membangkitkan ekonomi hingga psikososial. Mereka pun bersyukur bantuan pangan silih berganti hadir di tengah ikhtiar mereka walau dalam pandemi Covid-19.[]

Bagikan

Terpopuler