Gowes Bersama, Galang Kepedulian untuk Banten

Gowes Bersama, Galang Kepedulian untuk Banten

Gowes Bersama, Galang Kepedulian untuk Banten' photo

ACTNews, YOGYAKARTA – Bentuk kepedulian untuk masyarakat terdampak tsunami Selat Sunda bisa datang dari mana saja. Walaupun bencana tsunami Selat Sunda sudah terjadi tiga bulan lalu, kondisi masyarakat khususnya para nelayan di Banten masih merasakan duka mendalam karena hingga kini perahu-perahu yang biasa dibuat melaut masih rusak akibat terjangan gelombang tsunami Desember 2018.

Berangkat dari rasa keprihatinan untuk membantu menghidupkan kembali perekonomian nelayan di Banten, ratusan pesepeda di Yogyakarta, yang tergabung dalam ‘Goweser Jogja Peduli’, mengadakan gowes bersama. Kegiatan ini juga diiringi penggalangan dana di Tugu Yogyakarta pada Jumat (22/2) pagi.

“Kita gowes bersama untuk tujuan kemanusiaan, yaitu membantu para nelayan Banten yang hingga saat ini mata pencahariannya masih terhenti, selain itu juga melepas mas Akbar untuk melanjutkan Gowes ke Semarang dan akan berakhir di Banten” ujar ketua Goweser Jogja yang biasa dipanggil Mbah Kung di sela pelepasan. 

Selain melakukan Gowes bersama, tujuan acara tersebut adalah untuk melepas Akbar yang sudah bersepeda dari Surabaya sejak 17 Februari lalu, sambil menggalang kepedulian disetiap titik pemberhentian.

Akbar sendiri merupakan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) asal Makassar yang memiliki jiwa sosial tinggi. Akhir September tahun lalu ketika kota Palu, Sigi dan Donggala diguncang gempa ia turut turun membantu. Begitu pula ketika pesisir pantai Pandeglang, Banten diterjang ombak tsunami, dengan segera ia berangkat ke Banten untuk turut serta menjadi relawan kemanusiaan.

 

Berbekal keprihatinannya terhadap kondisi nelayan di Pesisir Banten yang hingga kini belum bisa melaut, Akbar kemudian memutuskan melakukan gowes dari Surabaya – Banten dengan jarak total 1.100 km, untuk menggalang kepedulian untuk masyarakat pesisir Banten yang kondisinya hingga kini belum pulih.

“Di pesisir Pantai Pandeglang ada sekitar 400 kapal nelayan masih rusak akibat tsunami, bahkan sebagian masih belum diangkat dari dasar laut. Padahal untuk makan sehari-hari mereka dapat dari hasil melaut itu” ujar Akbar sembari mengajak para Goweser mendoakan para nelayan Banten.

 

Sementara itu Kepala Cabang ACT DIY Bagus Suryanto menyampaikan, sudah sewajibnya publik menaruh rasa kepedulian yang besar kepada saudara setanah air yang saat ini sedang kesusahan, utamanya masyarakat terdampak tsunami di Banten maupun di Lampung. “Apa pun bentuknya, besar maupun kecil, semoga bisa meringankan beban duka mereka” pungkas Bagus. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan