Guguran Awan Panas Merapi Masih Terjadi, Pengungsi Tembus Ratusan Jiwa

Beberapa hari terakhir Merapi kembali mempertihatkan tingginya aktivitas, membuat warga harus kembali tinggal di pengungsian. Jumlahnya pun mencapai ratusan jiwa dengan dominasi kelompok rentan.

Awan panas terpantau meluncur dari puncak Merapi pada Sabtu (9/1/2021) pukul 08.45. (Twitter Badan Geologi)

ACTNews, MAGELANG – Berdasarkan pantauan Badan Geologi, pada Sabtu (9/1/2021), Gunung Merapi masih menunjukkan tingginya aktivitas. Pada pukul 08.45 WIB tadi, teramati kolom erupsi seringgi 200 meter dan luncurannya mengarah ke hulu Kali Krasak. Jarak luncuran hingga 600 meter. Sedangkan selama pukul 06.00-12.00 siang ini, teramati guguran lava sebanyak 7 kali.

Masih tingginya aktivitas Merapi membuat warga yang tinggal di kawasan rawan bencana, khususnya radius 5 kilometer, diminta untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, terlebih kelompok rentan. Dari laporan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berada di Merapi, tepatnya wilayah Magelang, saat ini warga Merapi menempati empat Tempat Evakuasi Akhir (TEA) dengan jumlah pengungsi lebih kurang 819 jiwa. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah jika Merapi makin memperlihatkan aktivitasnya.

“TEA yang tersedia ada di Balai Desa Taman Agung, Kecamatan Muntilan, serta Desa Deyangan, Mertoyudan, Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan. Pengungsi didominasi kelompok rentan,” jelas Agung, Tim Tanggap Darurat ACT yang berada di Posko Kemanusiaan ACT di Magelang, Sabtu (9/1/20201).

Selain di Magelang, pengungsi juga terpantau di wilayah Sleman, DI Yogyakarta. Dilansir dari Inews.id, per Rabu (6/1/2021), tercatat ada 328 jiwa yang bertahan di pengungsian, mereka merupakan warga Kalitengah Lor, Kelurahan Glagaharjo, Cangkringan.

ACT sendiri sejak Merapi dinyatakan naik status menjadi siaga atau level III pada  November lalu telah membuka posko kemanusiaan, mengirimkan tim tanggap darurat, serta mendistribusikan bantuan kemanusiaan. Aksi ini tersebar di Magelang, Sleman, Klaten serta Boyolali. Siaganya tim ACT pun tak berkurang walau sempat banyak pengungsi yang kembali ke rumah mereka masing-masing karena menganggap Merapi menurun aktivitasnya, walau statusnya masih Siaga.

“Beberapa hari lalu, kami kembali mengevakuasi warga yang berada di kawasan rawan bencana, yaitu Dusun Babadan 1 dan 2, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Magelang karena Merapi kembali tinggi aktivitasnya,” tambah Agung.[]