Gunung Agung Kembali Meletus, Posko Dapur Umum ACT Masih Berjalan

Gunung Agung Kembali Meletus, Posko Dapur Umum ACT Masih Berjalan

ACTNews, KARANGASEM - Dua kali sudah Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, meletus. Dalam sepekan terakhir, erupsi pertama terjadi pada Kamis (11/01) pekan kemarin. Kamis (11/01) sekira pukul 17.54 WITA, Gunung Agung melontarkan abu vulkanik tinggi sampai membubung 2.500 meter di atas puncak.

Erupsi berikutnya terjadi Senin (15/01) pagi sekitar pukul 07.23 WITA. Meski tak sebesar erupsi Kamis kemarin, namun erupsi Senin pagi ini tetap membubungkan tinggi abu vulkanik setinggi 2.000 meter ke langit.

Sampai tulisan ini diunggah, pantauan CCTV yang diunggah Sutopo Purwo Nugroho selaku Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, kepulan asap kelabu tinggi menjulang hampir 2 kilometer dari puncak kawah.

Melansir kabar yang ditulis Sutopo dalam akun Twitter resminya, imbas erupsi Senin (15/01) ini Bandara Ngurah Rai masih beroperasi normal, namun hujan abu tipis diprediksi akan turun di beberapa desa di dalam Zona Awas Gunung Agung.

“Hujan abu tipis turun di Desa Kesimpar, Desa Kertamandala, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Status Awas masih berlaku. Zona berbahaya ditetapkan di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah,” tulis Sutopo.

Posko ACT masih tetap aktif di Kabupaten Karangasem

Meski sudah berbulan-bulan bersiaga di zona aman Gunung Agung, Tim Emergency Response ACT dibantu oleh sejumlah relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bali tetap aktif menghidupkan posko kemanusiaan. Kusmayadi, Koordinator Posko Kemanusiaan ACT di Gunung Agung mengatakan, fokus posko ACT adalah mengupayakan dapur umum tetap menyala, memasok makanan untuk ribuan pengungsi.

“Walau sudah banyak pengungsi yang berkurang, kembali ke rumah masing-masing, tetap saja jumlah pengungsi terkini masih mencapai puluhan ribu jiwa. Termasuk di posko ACT di Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem,” ujar Kusmayadi.

Data terkini yang dilansir dari Pusdalops Bali mencatat, jumlah pengungsi Gunung Agung pada Ahad (14/01) mencapai 47.268 pengungsi. Mereka tersebar di 229 titik pengungsian.

Mengingat aktivitas vulkanik yang tetap meninggi, Tim Emergency Response ACT tak mengurangi intensitas posko kemanusiaan di lereng Gunung Agung. Nyoman Arif, salah satu relawan MRI Bali yang berjibaku di posko ACT menuturkan, aksi dimaksimalkan di masa pascabencana.

“Selain dapur umum, posko ACT juga menjalankan pelayanan kesehatan, trauma healing, distribusi air bersih, dan patroli zona merah,” ujar Nyoman di Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Senin (15/01). []

Tag

Belum ada tag sama sekali