Guru di Bone Terima Bantuan Biaya Hidup

Bertahun-tahun menjadi guru honorer tak menyurutkan semangat tenaga pengajar di Bone untuk mendidik anak bangsa di pelosok. Untuk itu, ACT memberikan apresiasi tertinggi untuk mereka melalui program Sahabat Guru Indonesia.

Guru di Bone Terima Bantuan Biaya Hidup' photo
Foto bersama guru MTS Nurul Falah, Bone. Sepuluh guru mendapatkan biaya hidup dari program Sahabat Guru Indonesia. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR  Program Sahabat Guru Indonesia terus memberikan maslahat bagi guru-guru prasejahtera di Indonesia. Kali ini, guru di Madrasah Tsanawiyah Nurul Falah di Desa Laburasseng, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang mendapatkannya. Pada Kamis (9/1) lalu, 10 guru honorer di sekolah tersebut mendapatkan bantuan biaya hidup. Mereka telah mengabdi sebagai guru di Madrasah Tsanawiyah Nurul Falah sejak 2012.

Bantuan biaya hidup dari Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap (ACT) merupakan bentuk kepedulian dari segenap dermawan. “Ini merupakan bentuk apresiasi dari Global Zakat kepada guru-guru,” jelas Nur Ali Akbar dari Tim Program ACT Sulsel, Kamis (9/1).

Sejak diluncurkan pada November 2019 lalu, program Sahabat Guru Indonesia terus memberikan biaya hidup bagi guru prasejahtera di penjuru negeri. Harapannya, program ini menjadi penyemangat bagi guru untuk terus berperan di dunia pendidikan Indonesia.

Program Sahabat Guru Indonesia diusung sebagai bentuk perhatian kepada kondisi guru di pelosok negeri yang masih prasejahtera. Penghasilan mereka masih berada di angka ratusan ribu, itu pun harus rela dirapel tiga hingga enam bulan, bahkan lebih. Akibatnya, tak jarang guru yang harus mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Melihat masih banyaknya guru yang prasejahtera, ACT mengajak seluruh masyarakat untuk ikut peduli,” ajak Nur Ali.

Andi Kunawati, salah satu guru di MTs Nurul Falah, mengatakan bahwa adanya biaya hidup ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari keluarganya. “Terima kasih para dermawan yang telah membantu kebutuhan guru-guru di Indonesia,” ungkap Kunawati.[]


Bagikan