Guru di Pelosok Bone Bersyukur Dapat Beaguru

Penyerahterimaan beaguru dari program Sahabat Guru Indonesia terus berlanjut. Kali ini guru di pedalaman Bone yang mendapatkannya.

Guru MTs Nurul Falah di pelosok Bone. (ACTNews/Nur Ali Akbar)

ACTNews, BONE – Program Sahabat Guru Indonesia dari Global Zakat-ACT terus memberikan biaya hidup untuk guru-guru di berbagai pelosok negeri. Ahad (1/12), giliran 10 guru di Madrasah Tsanawiyah Nurul Falah di Desa Laburasseng, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone yang mendapatkan beaguru dari program Sahabat Guru Indonesia.

Ada 10 guru yang mengajar di sekolah yang berdiri sejak tahun 2012 ini. Rata-rata per bulannya tiap guru mendapatkan gaji 160-480 ribu rupiah. Gaji ini sangatlah rendah di tengah tingginya harga kebutuhan pokok. Kondisi ini diungkapkan oleh Arisal selaku Kepala Sekolah MTs Nurul Falah. "Para guru umumnya honorer. Per jam mereka digaji 5 ribu rupiah,” jelas Arisal, Ahad (1/12).

Anita, salah satu guru mengungkapkan, adanya program Sahabat Guru Indonesia ini cukup membantu kebutuhan keuangan guru-guru. Khususnya mereka yang bergaji rendah dan tak tetap. “Terima kasih atas bantuan ini, semoga menjadi penyemangat kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kami,” ungkap Anita.

Sahabat Guru Indonesia diluncurkan pada 25 November 2019 lalu. Program tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi Global Zakat-ACT terhadap guru-guru di berbagai penjuru negeri yang telah mengabdikan dirinya untuk pendidikan walau bergaji rendah.

Sementara itu, MTs Nurul Falah merupakan salah satu sekolah yang berada di pelosok Bone. Dari Makassar, butuh waktu lima jam untuk tiba di sana. Di sekolah ini tak ada kemewahan layaknya sekolah di ibu kota. MTs Nurul Falah hanya terdiri dari tiga ruang kelas yang tak layak tempat. Tiap ruang hanya disekat menggunakan tripleks. Sedangkan seng bekas menjadi dindingnya.

Bangunan sekolah ini memang kurang nyaman untuk digunakan oleh siswa-siswa. Satu-satunya sekolah setingkat SMP di Laburasseng ini berdiri atas swadaya masyarakat setempat yang mendambakan sekolah di lingkungan tempat mereka tinggal. []