Guru Honorer Buka Tambal Ban Demi Tambah Penghasilan

Dedek Efendi guru honorer di Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota harus berjuang mencari pemasukan tambahan. Pasalnya, gajinya tidak cukup untuk menghidupi istri dan seorang putrinya.

dedek efendi
Dedek Efendi, guru honorer di Kabupaten Lima Puluh Kota. (ACTNews)

ACTNews, LIMA PULUH KOTA – Dedek Efendi guru honorer di Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota harus berjuang mencari pemasukan tambahan. Pasalnya, gajinya tidak cukup untuk menghidupi istri dan seorang putrinya. 

Usai mengajar di sekolah, Dedek membuka jasa tambal ban. Usaha ini sudah Dedek jalani selama 4 tahun. Total penghasilan dari jasa tambal dan gaji guru Rp700 ribu sampai Rp1 juta per bulan. 

“Ini (usaha tambal ban) yang saya bisa lakukan. Untuk membuka bengkel yang lebih besar belum mampu karena keterbatasan modal. Pendapatan baru cukup untuk menutup biaya hidup keluarga,” ujar Dedek saat ditemui tim ACT Payakumbuh, Kamis (2/12/2021). 

Dedek menceritakan, sebelum menjadi guru, ia adalah seorang operator tata usaha. Dirinya diminta mengajar karena sekolahnya kekurangan tenaga guru. “Saya hanya lulusan SMK sulit untuk mendapat jenjang karir,” jelas Dedek. 

Selanjutnya Dedek berharap bisa mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Sehingga bisa meningkatkan kemampuan dan kesejahteraannya sebagai guru. “Semoga punya kesempatan kuliah atau ikut sekolah profesi,” harapnya.[]