Guru Honorer di Bogor Akibat Pandemi: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Ekonomi guru-guru honorer di Kabupaten Bogor harus terdampak Covid-19 dua kali. Setelah usaha sampingan mereka, gaji juga dibayar dengan dirapel per tiga bulan sekali.

paket pangan sgi
Guru honorer di Kabupaten Bogor usai menerima bantuan paket pangan. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Ekonomi guru-guru honorer sebelum masa pandemi Covid-19 sulit. Gaji yang mereka terima jauh dari Upah Minimum Regional (UMR), dan mengharuskan para guru untuk mencari penghasilan tambahan seperti berdagang atau mengajar les. Pandemi Covid-19 mengganggu usaha sampingan mereka. 

Menurut tim program ACT Bogor Timur, Mahatir Qathafi selama pandemi, gaji guru-guru honorer di Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor juga ditunda pembayarannya. Kondisi ini membuat ekonomi para guru semakin sulit. 

“Pandemi sudah menghancurkan penghasilan sampingan para guru honorer. Ditambah keuangan sekolah juga sulit, sehingga pembayaran gaji para guru dirapel, yang seharusnya setiap bulan, dibayar 3 bulan sekali. Seperti jatuh, lalu tertimpa tangga,” kata Mahatir, Sabtu (24/7/2021). 

Mahatir melanjutkan, untuk meringankan beban guru honorer selama pandemi, ACT berikan bantuan paket pangan, Sabtu (24/7/2021). Selain paket pangan, di hari yang sama bantuan biaya hidup juga diberikan kepada 10 orang guru di SMP berbasis Islam di Desa Cipeucang. 

“Atas perhatian sahabat dermawan kepada para nasib guru-guru honorer selama pandemi, mereka mengucapkan terima kasih. Mereka berharap bantuan bersifat berkelanjutan karena pandemi Covid-19 belum berakhir,” jelas Mahatir. []