Guru Honorer di Cilegon Tinggal di Bekas Gudang Sekolah

Guru honorer di Cilegon Siti Nurhayati saat ini tinggal di bangunan bekas gudang sekolah yang dijadikan rumah. Keinginannya beralih status menjadi guru PPPK kandas setelah tidak lolos tes.

siti nurhayati
SIti Nurhayati usai menerima bantuan biaya hidup dari Global Zakat-ACT. (ACTNews)

ACTNews, CILEGON – Sudah 18 tahun Siti Nurhayati (46) menjalani pekerjaan sebagai guru honorer salah satu sekolah dasar di Gunungsugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Nur harus menerima kenyataan masih berstatus guru honorer hingga tahun depan. 

Impian menjadi PNS sudah pupus lantaran umur. Alih status menjadi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga kandas, setelah gagal lolos tes. Nur masih memiliki dua kesempatan untuk mengikuti seleksi PPPK di tahun-tahun berikutnya.

Gaji sebagai guru honorer saat ini Rp500 ribu per bulan dengan skema pembayaran dirapel empat bulan, ditambah Rp350 ribu dari pemerintah daerah.

“Suami bekerja sebagai penjaga sekolah dengan gaji sama Rp500 ribu per bulan. Semua pemasukan digunakan untuk membayar sekolah anak-anak, listrik, dan kebutuhan makan sehari-hari,” kata ibu dua anak ini saat ditemui tim ACT Cilegon, Kamis (16/9/2021). 

Nur bersama keluarganya saat ini tinggal di bekas gudang sekolah tempatnya mengajar. Keinginannya untuk mewujudkan rumah pribadi harus tertahan akibat kondisi ekonomi. “Ingin punya rumah yang dekat dengan sekolah, biar enggak jalan jauh,” ujarnya. 

Dimas Maulana Putra dari tim ACT Cilegon mengatakan, nasib serupa seperti Siti Nurhayati banyak dialami guru-guru honorer. Keinginan untuk beralih status menjadi PPPK terganjal. “Padahal pengabdian mereka sebagai pendidik tidak diragukan lagi,” ujar Dimas usai memberikan bantuan biaya hidup untuk Siti Nurhayati.[]