Guru Honorer di Sukabumi, Jemput Siswa ke Sekolah dengan Perahu

“Akses pendidikan masih minim. Kesadaran masyarakat terhadap dunia pendidikan juga masih rendah. Jika anak-anak tidak dijemput, maka mereka tidak berangkat ke sekolah,” kata Latif saat ditemui tim ACT Sukabumi.

latif maulana
Latif Maulana guru honorer di Kelurahan Sumberjaya, Sukabumi, harus harus menyebrangi Sungai Cikaso menggunakan perahu untuk sampai ke sekolah. (ACTNews)

ACTNews, SUKABUMI – Latif Maulana, hanyalah seorang guru honorer di Kelurahan Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Setiap pagi, ia mesti menggunakan perahu menuju ke sekolah tempat dia mengajar. Latif juga menjemput siswanya yang tinggal di seberang sungai. Sebagai guru, ia merasa bertanggung jawab terkait keselamatan siswa.

Tidak ada jembatan yang menghubungkan sejumlah rumah warga di sisi sungai yang satu dengan sekolah. Sementara, jika lewat darat, perjalan harus memutar. “Akses pendidikan masih minim. Kesadaran masyarakat terhadap dunia pendidikan juga masih rendah. Jika anak-anak tidak dijemput, maka mereka tidak berangkat ke sekolah,” kata Latif saat ditemui tim ACT Sukabumi, Kamis (14/10/2021) pekan lalu.

Latif melanjutkan, meski harus melewati sungai dengan kondisi arus yang bisa berubah sewaktu-waktu, baginya bukanlah suatu masalah. Ia hanya ingin melihat anak-anak bisa mengakses pendidikan sama seperti anak-anak lain. 

“Memang butuh perjuangan ekstra. Namun, perjuangan akan terbayar jika melihat anak-anak tersenyum bisa sekolah,” ujarnya. Latif mengaku, gaji sebagai guru honorer yang masih minim juga tidak akan menghalangi perjuangannya untuk menjemput dan mengantar siswa sekolah. 

Mendukung perjuangan Latif, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup. Selain Latif, bantuan serupa juga diberikan kepada guru-guru honorer berdedikasi lain di Sukabumi.[]