Guru Honorer Kukun Kurnia Cari Penghasilan Sampingan Sebagai Kuli Pemecah Batu

“Karena Covid-19, pasar malam enggak ada, saya tidak bisa berjualan. Sekarang menjadi kuli pemecah batu dengan bayaran Rp50 ribu sehari,” ujar guru honorer di Bogor Kukun Kurnia menceritakan kondisi usaha sampingannya saat ini.

Sahabat Guru Indonesia
Kukun Kurnia usai menerima bantuan biaya hidup dari Global Zakat-ACT. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup kepada guru honorer salah satu sekolah menengah pertama di Ciampea, Kabupaten Bogor Kukun Kurnia, Rabu (4/8/2021). Gaji pas-pasan membuat Kukun Kurnia harus pintar mencari pemasukan tambahan. Mulai dari menjual ikat pinggang hingga menjadi kuli pemecah batu.

Gaji yang diterima Kukun dari profesinya menjadi guru honorer Rp300 ribu per bulan. Namun pembayarannya dirapel dalam enam bulan. Kukun hanya bisa pasrah dan berlapang dada. 

“Gaji Rp300 ribu itu masih dipotong Rp25 ribu buat administrasi dan dirapel enam bulan sekali. Jadi setahun kita terima gaji dua kali, tapi bersyukur masih sehat,” kata Kukun, Rabu (4/8/2021).

Gaji yang pas-pasan membuat Kukun mencari penghasilan tambahan di luar jam mengajar. Ia berjualan ikat pinggang di pasar malam. Namun sejak pandemi Covid-19 dan karena kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat, hal itu tidak bisa ia lakukan. 

“Karena Covid-19 pasar malam enggak ada. Akhirnya saya keliling jualan, tapi hasilnya tidak tentu dan jarang laku. Sekarang saya menjadi kuli pemecah batu di sungai dengan bayaran Rp50 ribu sehari,” ujar Kukun. []