Guru Honorer Tempuh Jarak 80 KM untuk Mengajar

Untuk pergi dan pulang mengajar, Mundiroh guru honorer di Subang pernah harus menempuh jarak 80 kilometer setiap hari. Kini ia mengajar di sekolah yang lebih dekat dengan bayaran Rp250 ribu per bulan.

guru honorer mundiroh
Mundiroh saat menerima bantuan biaya hidup dari Global Zakat-ACT. (ACTNews)

ACTNews, SUBANG – Mundiroh, seorang guru honorer di salah satu sekolah dasar di Kelurahan Soklat, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang hidup dalam keterbatasan. Ibu empat anak ini sudah menjadi guru honorer selama 16 tahun. 

Mundiroh menceritakan, awal menjadi guru honorer, ia bertugas di sekolah dasar yang berada di Kecamatan Ciasem. Jarak yang ditempuh dari rumahnya di Blok Karang Mekar, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Subang ke sekolah di Ciasem mencapai 44 kilometer.

“Sekali perjalanan, naik motor sekitar 1,5 jam,” kata Mundiroh saat ditemui tim ACT Subang di rumahnya untuk memberikan bantuan biaya hidup, akhir Agustus lalu.

Mundiroh pernah mengalami kecelakaan tahun 2020. Ia sempat berhenti mengajar dan baru memulai aktivitasnya lagi awal tahun lalu. 

Selama ini, selain mengajar, Mudiroh menjadi reseller berbagai produk untuk menambah penghasilan. Ia mempromosikannya lewat media sosial dan lingkungan. “Saya jualan madu, sepatu, dan masih banyak. Suami yang mengantar barang dagangannya. Dulu, suami jual ikan asin di pasar, tapi sudah lama berhenti,” ujarnya. 

Sarah Yusra dari tim program ACT Subang menjelaskan, selain menjadi guru, Mundiroh juga aktif dalam kegiatan sosial di wilayahnya. Gerakan seperti membantu orang sakit dan yatim sering ia lakukan, juga aktif di majelis taklim. “Penuh dedikasi, meski hidupnya sendiri sulit,” pungkasnya.[]