Guru Prasejahtera di Gunungkidul Rasakan Manfaat Beaguru

Melalui program Sahabat Guru Indonesia, lima guru prasejahtera di Gunungkidul mendapatkan bantuan hidup.

Guru Prasejahtera di Gunungkidul Rasakan Manfaat Beaguru' photo
Lima guru di Gunungkidul amat bersyukur atas bantuan biaya hidup yang didapatkan. (ACTNews)

ACTNews, GUNUNGKIDUL – Dalam rangka menyejahterakan guru berpenghasilan rendah di Indonesia, Global Zakat-ACT DIY menghadirkan program Sahabat Guru Indonesia (SGI). Jumat (10/1), Global Zakat-ACT DIY kembali menggelar program ini dengan berkunjung ke SDN Karangsari yang berlokasi di Desa Karangsari, Kecamatan Semin, Gunungkidul. 

Melalui program Sahabat Guru Indonesia, lima guru honorer mendapatkan bantuan hidup. Mereka di antaranya Mulyono, Aris Wijayanto, Iwan Supriyanto, Dwianto, dan Tutut Puji Wahyuni. Rasa syukur pun disampaikan, seiring hadirnya manfaat bantuan tersebut.

“Terima kasih ACT yang telah mengadakan program Sahabat Guru Indonesia. Program ini sangat membantu kami, terutama guru honorer. Pendapatan kami masih minim, sehingga program ini sangat membantu keadaan kehidupan ekonomi kami,” ungkap Mulyono.

Sebagai salah satu dari lima guru honorer yang menerima bantuan dari Program Sahabat Guru Indonesia, Mulyono tidak hanya mengajar sebagai guru matematika di SDN Karangsari. Ia dan istrinya juga memiliki usaha kecil-kecilan yaitu dengan berjualan wingko babat. Usaha ini, yang satu loyangnya dihargai Rp37.000,00, diharapkan dapat membantu kehidupan ekonomi mereka. 

Bapak dengan dua anak tersebut setiap harinya menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk menuju ke lokasi sekolah, yaitu dari Karangmojo ke Kecamatan Semin. Namun, kondisi ini tidak menyurutkan semangat Mulyono untuk mengajar di SDN Karangsari. 

Kharis Pradana dari Tim Program Global Zakat-ACT DIY mengungkapkan, keberlangsungan program Sahabat Guru Indonesia tidak terlepas dari derasnya kepedulian dermawan terhadap guru-guru prasejahtera di Indonesia. “Amanah ini kami sampaikan kepada guru-guru prasejahtera yang sudah mengabdi sekitar 10 tahun ke atas. Bantuan biaya hidup ini diharapkan terus memberikan manfaat bagi para guru prasejahtera dan keluarga mereka,” ungkap Kharis. []


Bagikan