Guyub Masyarakat Manggarai Timur dalam Semarak Kurban

Daging kurban menjangkau luas warga di Kabupaten Manggarai Timur. Mulai dari buruh nelayan, guru, wilayah terdampak kekeringan, hingga dinikmati bersama warga lintas agama.

Guyub Masyarakat Manggarai Timur dalam Semarak Kurban' photo

ACTNews, MANGGARAI TIMUR – Masyarakat Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, merayakan Iduladha dengan sukacita. Setelah melaksanakan salat Iduladha bersama, mereka juga dapat menikmati daging kurban dari para dermawan Global Qurban-ACT.

Semarak kurban ini terlihat di Desa Sita, Kecamatan Rana Mese, dan Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong. Daging kurban tidak hanya dibagikan kepada warga muslim, tetapi juga dinikmati umat beragama lain. Para warga pun saling membantu saat penyembelihan hewan kurban.

Tokoh masyarakat setempat, Jemain Umar, mengatakan bahwa sejak beberapa tahun lalu, Global Qurban-ACT telah melaksanakan penyembelihan hewan kurban di empat kecamatan Manggarai Timur yang mayoritas bukan beragama Islam. “Di Manggarai Timur, Global Qurban-ACT menyembelih hewan kurban di Kecamatan Borong, Rana Mese, Elar, dan Sambi Rampas yang mayoritas penduduknya beragama Katolik. Di sini, semua warga dilayani, kami selalu membawa pesan perdamaian dan toleransi umat beragama,” jelas Jemain, Ahad (11/8).

Pada hari penyembelihan pertama, bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 1430 Hijriah, sekitar 500 KK mendapatkan daging kurban. Menurut Danu Putra Anugrah dari Tim Global Qurban-ACT, kebahagiaan kurban menjadi tujuan dari Iduladha bagi masyarakat di Manggarai Timur. “Di Desa Sita, Kecamatan Rana Mese salah satunya. Di sana ada 101 kepala keluarga, dan tidak hanya muslim ya tentunya. Tema kita adalah kebahagiaan kurban, jadi semua warga dapat daging kurban,” kata Danu.

Ia juga menjelaskan, Global Qurban-ACT di Manggarai Timur akan menyembelih hingga 50 ekor sapi. “Alhamdulillah kurban di Manggarai Timur tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Insyaallah, di hari tasyrik, kita akan membagikan daging kurban untuk masyarakat di Kecamatan Elar dan Sambi Rampas,” imbuh Danu.


Keguyuban masyarakat Manggarai Timur, terutama di momen Iduladha diakui Derniana Anguk (38). Warga Kelurahan Kota Ndora itu pun bersyukur dapat menikmati daging sapi bersama umat muslim di lingkungannya. “Kami semua warga Kota Ndora sangat berterima kasih. Bersatu kami di sini. Kalau kami misalnya ada kerja duka, kami kompak, juga pernikahan, termasuk Iduladha ini,” katanya.

Di Kelurahan Kota Ndura pula, daging kurban menyapa warga pesisir yang bermatapencaharian sebagai buruh nelayan. Budi Abdul Syukur (33), salah satu buruh nelayan, mensyukuri daging kurban yang ia dapatkan. Menurutnya, sebagai buruh nelayan, ia dan keluarga sangat jarang menikmati daging sapi. “Biasanya hanya saat hajatan. Sedangkan untuk membeli daging jarang sekali karena uangnya lebih baik digunakan untuk kebetuhan yang lain,” ungkap Budi kepada tim ACTNews di sela-sela pemotongan sapi di tempat tinggalnya. []

Bagikan