Guyub Relawan dan Mahasiswa Bantu Korban Banjir di Tebing Tinggi

Para relawan dan mahasiswa menyisir satu per satu rumah di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Bandar Sakti, Kelurahan Badak Bejuang, dan Kecamatan Tebing Tinggi Kota. Dengan memanggul beberapa paket bantuan, mereka tampak bersemangat walau pakaian mereka basah kuyup.

Guyub Relawan dan Mahasiswa Bantu Korban Banjir di Tebing Tinggi' photo
Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Tebing Tinggi dan sejumlah mahasiswa menyerahkan bantuan beras untuk kebutuhan dapur umum bagi warga terdampak banjir. (ACTNews)

ACTNews, TEBING TINGGI - ACT berbagi 60 paket bantuan Covid-19, amanah Bank Indonesia, kepada masyarakat korban banjir, Sabtu (28/11). Bantuan tersebut diberikan berbarengan dengan pendistribusian ratusan kilogram beras serta pendirian dapur umum. 

Pendistribusian bantuan ini turut melibatkan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Tebing Tinggi dan belasan mahasiswa. Sejak sore, para relawan dan mahasiswa menyisir satu per satu rumah di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Bandar Sakti, Kelurahan Badak Bejuang, dan Kecamatan Tebing Tinggi Kota. Dengan memanggul beberapa paket bantuan, mereka tampak bersemangat walau pakaian mereka basah kuyup.

Kepala Cabang ACT Sumut Fadhli Septavianra mengatakan, keterlibatan mahasiswa dan relawan tak lepas dari kepedulian mereka terhadap saudara yang sudah dua hari terdampak banjir. “Dalam setiap aksi kemanusiaan, kami selalu melibatkan Masyarakat Relawan Indonesia. Terkadang juga melibatkan mahasiswa yang memang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu kemanusiaan. Alhamdulillah, pada pendistribusian bantuan untuk korban banjir di Tebing Tinggi, cukup banyak relawan dan mahasiswa yang terlibat,” terang Fadhli.

Kota Tebing Tinggi hingga Sabtu malam masih terendam banjir akibat meluapnya Sungai Padang sejak Jumat(27/11). Ini diakibatkan dari intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Sedikitnya ada lima kecamatan yang terendam banjir, yakni Kecamatan Padang Hulu, Padang Hilir, Rambutan, Bajenis, dan Tebing Tinggi Kota.

Diperkirakan lebih dari 3.100 keluarga  terdampak oleh banjir. Rumah-rumah terendam banjir, bahkan ada pula yang hanya atap rumah yang tampak. Kondisi ini banyak ditemukan di Kecamatan Bajenis, wilayah yang paling parah terdampak, karena ketinggian air banjir mencapai 1,5 meter.

Sakti Wibowo dari Tim Program ACT Sumatra Utara menambahkan, ACT bersama MRI akan tetap siaga di wilayah Tebing Tinggi hingga banjir surut. “Mohon doanya, semoga banjir lekas surut dan evakuasi serta pendistribusian bantuan berjalan lancar,” ungkapnya. []


Bagikan

Terpopuler