Hadapi Kanker, Janiba: “Jangan Putus Asa, Separah Apa pun yang Dihadapi”

Tentu tak mudah hidup bersama penyakit kanker serviks. Kelelahan sedikit saja bisa mengakibatkan pendarahan. Begitulah yang dilalui Janiba Tomu, seorang guru TK di Kota Banjarbaru. Namun demikian, semangat masih ditunjukkannya dengan terus mengajar.

Janiba Tomu didampingi suaminya saat ditemui di rumahnya di Jalan Kasturi 2, Landasan Ulin Banjarbaru, Rabu (9/12). (ACTNews/Retno Sulisetiyani)

ACTNews, BANJARBARU - Selama dua tahun terakhir, Janiba berjuang menghadapi kanker serviks. Meski demikian, ia menjelma jadi sosok yang tegar dan tak terlihat sakit. Ia bersyukur karena memiliki keluarga dan teman-teman yang selalu memberi dukungan dan motivasi kepadanya.

"Jangan pernah putus asa dan menyerah, separah apa pun penyakit yang kita hadapi. Paling penting adalah salat, berdoa dan tawakal. Karena penyakit ini datangnya dari Allah SWT dan karena kuasa-Nya jualah penyakit itu akan diangkat," ungkapnya saat disambangi Tim Global Zakat – ACT Kalimantan Selatan di rumahnya di Jalan Kasturi 2, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru pada Rabu (9/12).

Sejak 2019 yang lalu, Janiba menjalani kemoterapi selama enam bulan. Keterbatasan ekonomi membuatnya tak mampu melanjutkan pengobatan yaitu melakukan penyinaran di RS di Jakarta atau Samarinda. Hal ini karena Janiba menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga.

Penghasilannya dari mengajar menjadi sumber penghidupan keluarga. Sang suami yang telah pensiun hanya bisa bekerja sewaktu-waktu sebagai supir, itu pun jika ada rekannya yang mengajak. Ikhtiar yang bisa Janiba lakukan saat ini adalah dengan mengonsumsi obat herbal dan obat penambah darah jika terjadi pendarahan.


Janiba Tomu saat menerima bantuan pengobatan dari Global Zakat - ACT Kalsel. (ACTNews)

Ketika mengalami pendarahan, akan diikuti dengan sakit kepala. Hal itu memaksa Janiba untuk istirahat terlebih dahulu. "Stress jadi pemicu paling utama," imbuh Janiba. Namun, kebersamaan bersama anak dan murid-muridnya selalu berhasil membuat Janiba merasa bahagia. Karena baginya, melihat anaknya senang itu sudah membuat hatinya tenang. “Yang penting setiap hari bisa lihat mereka dan murid-murid di sekolah, itu sudah bikin happy," lanjutnya. Bagi Janiba, semangat dan perasaan bahagia adalah obat mujarab dari segala penyakit.

Janiba berpesan, apa pun masalah yang terjadi, hadapi dengan semangat. Semangat itu juga yang terlihat ketika Janiba mendapatkan bantuan pengobatan dari Global Zakat - ACT Kalimantan Selatan. Senyum semringah menghiasi wajahnya. "Alhamdulillah, Allah masih melimpahkan kasih sayang-Nya untuk saya, terima kasih Global Zakat – ACT. Ini sangat berarti," tandas Janiba.


Di kesempatan terpisah, Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan Zainal Arifin mendukung ikhtiar Janiba dalam menghadapi kanker yang menggerogoti tubuhnya. Kendati dihadapi dengan kondisi demikian, ia menyebut Janiba tetap tegar dan semangat dalam mengemban tugas sebagai pendidik.

“Selain mendoakan kesembuhan Ibu Janiba, mari kita bantu beliau dengan memberikan bantuan terbaik melalui Yayasan Global Zakat – ACT Kalsel, di nomor rekening BNI Syariah di nomor 99 0000 513. Sudah selayaknya Ibu Janiba mendapatkan bantuan seperti ini,” tutur Zainal. []