Hadi dan Sukomah, Lansia yang Hidup Memprihatinkan di Tengah Hutan

Sepasang suami istri lansia di Tasikmalaya hidup di tengah hutan dan dalam kondisi prasejahtera.

Hadi (75) membantu Sukomah (70), istrinya, bangkit dari tempat tidur. (ACTNews/Rima Yanti)

ACTNews, TASIKMALAYA - ACT Tasikmalaya menyambangi kediaman Hadi (75) seorang kakek yang hidup di tengah hutan bersama Sukomah (70), istrinya, yang sedang terbaring sakit tanpa bisa melakukan kegiatan apa pun, pada Selasa (19/11). Sepasang kakek dan nenek yang sudah tua ini tinggal di sebuah gubuk.

Bangunan berukuran 3x5 meter itu sudah ditempati Hadi dan istrinya selama dua tahun. Mereka sebelumnya tinggal di sebuah kandang ayam milik majikan tempat Hadi bekerja dahulu. Kini, usaha tersebut sudah bangkrut sehingga mengharuskan Hadi mencari tempat tinggal yang lain.

Bangungan itu hampir roboh. Dindingnya terbuat dari papan-papan kusam yang dipenuhi tempelan kayu dan juga kain lap untuk menutup bagian dinding yang bolong. Dinding papan yang tidak tersusun rapi, sebagiannya diikat dengan kain bekas agar tidak lepas. Atap yang sudah keropos menyisakan lubang besar di beberapa tempat, membuat air hujan terjun bebas membasahi isi rumah. Belum lagi, untuk menuju rumah mereka harus melalui jalan yang cukup terjal. Hadi dan Sukomah berumah di tengah hutan tanpa seorang tetangga. 

Sementara itu, keadaan Sukomah sudah 1,5 tahun strok dan tidak bisa melakukan kegiatan apa pun. Hadi yang semakin baya tidak dapat lagi bekerja seperti dulu sebagai buruh tani. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka hanya mengandalkan pemberian dari warga setempat.

Saat menyambangi dan melihat kondisi mereka, tim Mobile Social Rescue (MSR)-ACT Tasikmalaya memberikan santunan untuk kebutuhan sehari-hari Hadi dan Sakomah. “Lebih lanjut, insyaallah tim akan berikhtiarkan membantu Kakek Hadi dan pengobatan istrinya agar bisa tinggal di rumah yang layak,” terang Muhammad Fauzi Ridwan dari Tim MSR-ACT Tasikmalaya. []