Hadiah Berwarna di Hari Raya untuk Anak Somalia

Hadiah Berwarna di Hari Raya untuk Anak Somalia

ACTNews, MOGADISHU – Riuh suara riang mewarnai kota kecokelatan itu, Mogadishu. Kaki-kaki kecil berderap, kain berwarna cerah yang dipakai beberapa dari mereka menyapu pasir yang menimbun jalan. Mereka berjalan begitu cepat, seakan tak ingin kalah dari bayangan mereka sendiri. Wajah anak-anak yang merekahkan senyum menjadi pemandangan hari itu, Kamis (14/7), atau satu hari sebelum Idulfitri di Mogadishu.

Setelah satu bulan berbagi berkah Ramadan terbaik, ACT menutup bulan suci tahun ini dengan memberikan hadiah Idulfitri untuk anak-anak Somalia. Bingkisan hari raya menanti mereka setelah sebulan penuh mampu berpuasa dan beribadah di tengah keterbatasan.

Hari itu, sekitar 600 anak Mogadishu menerima hadiah Idulfitri dari masyarakat Indonesia. Antusiasme terlihat dari wajah-wajah gembira itu. Selagi mengobrol dengan kawan-kawannya, memeluk mainan kesayangan, mereka mengikuti arahan untuk duduk di kursi plastik tak jauh dari lokasi distribusi. Sembari menunggu nama mereka dipanggil, mereka menyantap paket makanan yang sudah disiapkan.

Begitu nama mereka disebutkan, beberapa dari mereka langsung lari dari kursi, melaju maju untuk menerima satu setel baju baru dan uang saku.

“Kemeja dan celana serta sepatu diberikan untuk anak laki-laki. Lalu sepasang gamis dan jilbab untuk anak perempuan. Mereka sangat senang menerima baju Lebaran dan uang saku itu,” ungkap Safiya, mitra ACT yang membantu mendistribusikan hadiah Idulfitri untuk anak-anak Somalia.

Mengobati Mogadishu yang muram

Instabilitas politik melahirkan konflik demi konflik di seluruh Somalia, tak terkecuali ibu kota Mogadishu. Berbagai klan, kelompok, sampai warlord saling berebut klaim tentang siapa yang lebih berhak memegang kuasa. Hasilnya, institusi negara Somalia masih goyah dan tidak efektif mengadakan pembangunan untuk rakyatnya.

Belum lagi serentetan bencana alam yang meneror Somalia. Iklim stepa atau semi-gersang Somalia menjadi hantu bagi penghuninya. Setiap waktu, mereka terancam oleh kekeringan. Pada tahun 2017, Somalia mengalami kekeringan terparah yang berujung pada kelaparan dan eksodus warganya, terutama yang berprofesi sebagai peternak, ke tempat yang lebih subur, menjadikan mereka pengungsi internal.

Tahun ini, Somalia diguncang oleh bencana yang sama sekali berbeda: hujan deras sepanjang bulan Mei yang mengguyur berbagai provinsi menyebabkan banjir, menghancurkan rumah dan tenda pengungsian, serta membunuh lahan pertanian warga. Panas ataupun hujan, bencana alam seakan urung pergi dari negeri di Tanduk Afrika ini.

Hadiah Lebaran diharapkan mampu sedikit mengobati muram Somalia. Sebelumnya, relawan ACT dan mitra Somalia telah mengerahkan bantuan medis untuk korban banjir Somalia dan menghadirkan iftar di tenda-tenda pengungsian. Tua dan muda, perempuan dan lelaki, semua mendapat manfaat yang sama. Khusus untuk penutup Ramadan 2018, ACT menambahkan kejutan kecil untuk anak-anak Mogadishu yang tetap tertawa di tengah dera cobaan. []

 

Tag

Belum ada tag sama sekali