Hadiah di Hari Kedua Lebaran untuk Anak-Anak Murabhitun

Memasuki hari kedua Lebaran, ACT bahagiakan 400 anak yatim dari keluarga murabhitun dengan hadiah dan makan bersama.

Hadiah di Hari Kedua Lebaran untuk Anak-Anak Murabhitun' photo

ACTNews, YERUSALEM - Restoran Albilasan di Kota Tua Yerusalem, pada hari kedua Syawal menyajikan pemandangan lain dari yang mereka suguhkan sehari-hari. Selain orang-orang yang makan, para relawan memadati restoran mereka hari itu. Seorang relawan berkeliling dari satu meja ke meja lainnya, memastikan semua meja telah mendapatkan minuman untuk melengkapi makan mereka siang itu.

Salah seorang anak memanggil relawan tersebut. Sigap si relawan langsung memberikan minuman kaleng yang sedang ia tenteng. Wajah cemong akibat krayon itu tersenyum, seraya mengucap terima kasih. Coreng-moreng di wajahnya menandakan anak perempuan ini baru saja bercanda dan melalui beberapa permainan dengan kawan-kawan sebayanya.


Sebelum sampai ke restoran, memang mereka sempat berkumpul di taman dekat kota tua, pada Kamis (6/6) itu. Saat itu Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak mereka bermain bersama, sekaligus membagikan hadiah Idulfitri kepada mereka.

“Sebanyak 400 anak ini merupakan anak-anak yatim yang tinggal di sekitar Kota Tua, Yerusalem. Anak-anak ini lebih khususnya adalah anak-anak para murabhitun, para penjaga Masjid Al-Aqsa,” tutur Andi Noor Faradiba, dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT.

Bantuan berupa makan siang dan hadiah Lebaran ini, menurut Faradiba, para yatim di momen Idulfitri. Tak lagi didampingi orang tua, para yatim menjalani hari-hari di tengah konflik yang kerap kali terjadi di sekitar Al-Aqsa, tempat mereka tinggal.


“Para keluarga murabhitun inilah yang menjadi benteng pertahanan terakhir untuk Masjid Al-Aqsa. Mereka akan berusaha melindungi Al-Aqsa setiap ada serangan dari Israel, dan semangat mereka ini yang ingin kita apresiasi,” ujar Faradiba.

Karena hidup dalam pusaran konflik, keluarga murabhitun praktis mesti menjalani hari-hari dalam kondisi yang sulit. CNN Indonesia melaporkan, Israel belum berhenti memprovokasi warga bahkan tiga hari sebelum Lebaran di Palestina, tepatnya pada Ahad (2/6) lalu.

Diperkirakan puluhan ribu warga Israel turun ke jalan hari itu untuk merayakan 52 tahun negara mereka menduduki Yerusalem. Aksi ini dianggap sebagai salah satu bentuk provokasi dengan warga Palestina yang bermukim di sekitar sana. Karenanya, 3.000 polisi diturunkan untuk membubarkan peserta aksi. Keadaan sempat panas ketika para peserta aksi menolak dibubarkan dan membentuk barikade. []

Bagikan