Hadir di Muslim Fest, Global Wakaf Sebarkan Semangat Berwakaf

Dalam acara ini, Global Wakaf mendapatkan kesempatan memaparkan berbagai aspek tentang wakaf. Pengunjung Muslim Fest bisa mendapatkan edukasi wakaf dan berwakaf langsung selama acara.

ACTNews, JAKARTA - Melalui Muslim Fest yang dihelat di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Global Wakaf mendapatkan kesempatan untuk memaparkan seluk-beluk wakaf. Jumat (30/8), diskusi bertema Wakaf: Harmony Worship and Business tersebut membahas sistem wakaf hingga manfaatnya.


Salah satunya penjelasan wakaf sebagai pengentasan kemiskinan. Rizky Wihardi sebagai Strategic Development Director Global menjelaskan, saat ini ketimpangan ekonomi sedemikian lebar. Hal tersebut dijabarkan melalui data-data yang ia sajikan kepada audiens.


"Ketimpangan ekonomi kalau kita lihat ternyata Indonesia itu masuk di peringkat 4 (di dunia). Indonesia itu angkanya 49,3% (untuk ketimpangan ekonomi). Jadi satu persen orang Indonesia menguasai 49.3% kekayaan di Indonesia," kata Rizky sambil menunjuk layar presentasi yang menunjukkan data berdasarkan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), dan media Independent.co.uk yang diolah pada tahun 2016.


Belum lagi selanjutnya, Rizky menjelaskan bahwa yang kaya kini semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin. Pendapat tersebut didukung data dari BPS tahun 2014 yang menyatakan bahwa kenaikan pendapatan dari 12% penduduk yang berada dalam kategori prasejahtera hanya 0-2% per tahun. Sementara 20% orang kaya malah menapaki kenaikan pendapatan hingga 8% per tahunnya.




"Bayangkan jika orang-orang kaya ini sudah berwakaf, ada sistem ekonomi yang berjalan, yang terbangun dari dana wakaf. Orientasinya bisnis, dunia, untuk akhirat. Jangan diputus (sistemnya). Insyaallah para nazir memiliki visi yang sama, walaupun fokusnya masing-masing ada perbedaan. Contoh ada nazir yang fokus pada pendidikan, ada yang fokus pada kesehatan, sementara Global Wakaf fokus pada bidang ekonomi," papar Rizky.


Ia pun mencontohkan, melalui Global Wakaf, berbagai aset dari dana wakaf pun telah dibangun. Beberapa di antaranya Lumbung Ternak Wakaf (LTW), Lumbung Pangan Wakaf (LPW), Warung Wakaf, dan Ritel Wakaf. Melalui sejumlah program tersebut, Global Wakaf tidak hanya mengkontribusikan keuntungannya untuk kemanusiaan melalui lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), namun juga ikut menyejahterakan masyarakat yang berada di sekitar wilayah implementasi program Global Wakaf.


Diskusi di sela acara Muslim Fest itu juga dihadiri oleh beberapa lembaga nazir lainnya dan perusahaan yang bertindak sebagai wakif. Kehadiran banyak lembaga ini kemudian memantik diskusi tentang wakaf selama berlangsungnya acara.


Tujuan diskusi wakaf kala itu adalah untuk mengenalkan lebih jauh fungsi wakaf sebagai salah satu alat jariah, sekaligus untuk memproduktifkan wakaf sebagai pemberdayaan umat. Hal ini disampaikan oleh Satria, salah satu perwakilan dari Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), sebagai komunitas yang menyelenggarakan acara tersebut,


“Sehingga umat-umat atau masyarakat yang berada di bawah (prasejahtera) bisa merasakan manfaatnya, sekaligus juga mendapatkan alat jariah. Ada dua manfaat yang sekaligus bisa didapat,” ujar Satria.