Hadirkan Kurban Terbaik di Tengah Krisis Uganda

Lebih dari 400 sapi kurban terbaik didistribusikan ke wilayah-wilayah prasejahtera di Uganda pada Iduladha 2018 lalu. Daging kurban yang merupakan amanah dari masyarakat Indonesia ini membersamai warga Uganda, yang kebanyakan hanya makan daging dalam satu tahun sekali.

ACTNews, MPOGO - Gashondo Musa merasa cukup beruntung bisa mendapatkan daging kurban pada Iduladha 2018 lalu. Petani yang mesti menghidupi sembilan orang dalam satu rumah di Kota Mpogo, Uganda ini, berterima kasih dengan kehadiran Global Qurban yang membawa daging-daging kurban kala itu.

“Alhamdulillah, program ini dapat membantu keluarga saya melewati Iduladha kali ini. Saya dapat paket daging gratis. Paket daging ini juga membantu meningkatkan kesehatan serta nutrisi keluarga saya,” kata Musa pada tahun 2018 lalu.

Permasalahan nutrisi memang menjadi momok di Uganda. Tahun 2019 ini, Menteri Keuangan, Perencanaan, dan Pembangunan Ekonomi Uganda bahkan menyebutkan setidaknya 53% anak-anak Uganda di bawah usia 5 tahun menderita malnutrisi. Sementara 29 persen sisanya mengalami stunting (tubuh pendek).

Belum selesai malnutrisi, masalah ekonomi juga ikut menghimpit negara di Afrika Timur itu. Bahkan menurut survei Twaweza, angka kemiskinan meningkat dua kali lipat dari angka 14% pada tahun 2017, menuju ke angka 29% pada tahun berikutnya.


Kondisi tersebut sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Kasisi Hadadi, penanggung jawab program Global Qurban di Uganda 2018 lalu. Sebanyak lima titik di Uganda mendapatkan bantuan dari Global Qurban, yakni distrik Nabilatuk, Moroto, Amudat, Mbale, dan Sironko. Kelima wilayah tersebut memiliki karakteristik serupa.

“Eknonomi mereka itu sulit dan kebanyakan memang tidak mendapatkan pendidikan dan berpenghasilan rendah. Mereka sebetulnya punya potensi, tapi kondisi sekitar pada dasarnya memang tidak mendukung potensi tersebut. Rumah mereka kurang layak, pengangguran juga banyak, dan tanah mereka hanya subur selama semusim dalam setahun, yang mana tidak cukup dan berujung pada kurangnya makanan,” kata Hadadi.

Bahkan menurut Hadidi, kebanyakan sangat jarang mengonsumsi daging karena kondisi-kondisi sulit tersebut. Mayoritas makan daging hanya satu tahun dalam sekali, bahkan ada juga yang tidak mengonsumsi daging sama sekali dalam satu tahun saking sulitnya kondisi mereka.

Oleh karenanya, Global Qurban bersama Dembe Youth United memilih lima titik tersebut di Uganda. Sebanyak  434 sapi dibagikan di daerah tersebut dan sekitar 2.100.000 orang menjadi penerima manfaat dari Global Qurban.

Selain Musa yang tinggal di Kota Mpogo, Mutono Alaisa yang ada di Distrik Nabilatuk juga menjadi salah satu dari penerima manfaat tersebut. Mutono senang karena keluarganya mendapatkan paket daging,. Ia juga berpendapat, program Global Qurban cukup edukatif.


“Program ini bisa menciptakan kesadaran tentang moral-moral dalam Islam dan menjelaskan juga pentingnya berkurban kepada keluarga saya. Alhamdulillah, terima kasih kepada Global Qurban. Saya berharap, ke depannya kalian bisa melanjutkan program ini dapat dapat terus membersamai kami di masa-masa sulit ini,” ujar Alaisa.

Doa Alaisa terkabul pada Iduladha tahun 2019 ini. Rencananya, Global Qurban melalui program Dermawan Berqurban akan kembali mengantarkan hewan kurban hingga Uganda dan memastikan masyarakat Uganda dapat ikut bahagia di hari raya. []