Hakikat Ibadah dan Berqurban Tanpa Batas

Pada hakikatnya, semua ibadah untuk mendekatkan diri dan mengingat Allah SWT merupakan pengorbanan. Begitu juga ibadah kurban yang mengorbankan sesuatu untuk disembelih sebagai medium mendekatkan diri kepada Allah SWT.

berqurban tanpa batas
Hewan-hewan kurban Global Qurban-ACT tahun 2020 di Deli Serdang. (ACTNews/Reza Mardani)

ACTNews, JAKARTA Ibadah kurban merupakan ibadah yang paling menarik. Hal tersebut karena di waktu tertentu manusia diperintahkan memberikan pengorbanan sebuah sembelihan yang didapatkan dengan cara yang halal untuk dibagikan ke masyarakat. Hari rayanya disebut dengan Iduladha. Ternyata, ibadah lain pun membutuhkan pengorbanan.

Menurut Ustaz Faris BQ, penyebutan Iduladha bisa dengan dua macam, yakni Idulqurban dan udhiyyah. Kurban berarti mendekat, ingin naik pangkat dan mendekat kepada Allah SWT. Sedangkan udhiyyah artinya pengorbanan. 

"Dalam diri manusia harus mempunyai ruh attudhiyyah (ruh pengorbanan). Artinya, seluruh ibadah pada hakikatnya adalah cara seorang hamba ingin dekat kepada Allah SWT. Seseorang yang ingin meng-upgrade kehidupannya tergantung pada usahanya mendekatkan diri kepada Allah," kata Ustaz Faris BQ dalam Webinar Peradaban Qurban yang diadakan Aksi Cepat Tanggap, Kamis (11/6/2021). 

Kurban juga menggunakan kata udhiyyah, berarti pengorbanan, karena asal katanya adalah attudhiyyah. Seluruh ibadah dalam Islam hakikatnya untuk pengorbanan sesuatu kepada Allah SWT. Juga dalam ibadah ada pengorbanan yang harus kita lakukan.

"Misal kita bangun malam salat tahajud, itu mengorbankan rasa kantuk untuk Allah SWT. Kita berinfak atau menyerahkan hewan kurban, berarti ada sesuatu yang dikorbankan untuk Allah dan setiap manusia melakukan hal itu," kata Ustaz Faris.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 32 yang artinya "Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)."

Dalam ayat tersebut, lanjut Ustaz Faris, pertama, kurban telah disyariatkan untuk semua umat manusia, tak terkecuali umat Nabi Muhammad SAW. Kedua, kurban sebagai media untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.  

"Jadi kesimpulannya, kurban adalah ibadah yang tanpa batas. Semua ibadah hakikatnya berkorban termasuk berkurban. Bahkan kurban telah dilakukan sejak Nabi Adam dan akan dilakukan semua umat hingga akhir zaman. Lalu digunakan sebagai media mengingat Allah. Media ibadah itu tidak hanya salat, kurban juga bisa. Inilah arti kurban sebagai ibadah yang tanpa batas," jelasnya. []