Halau Hujan, Bantu Perbaiki Rumah Warga Gaza

Halau Hujan, Bantu Perbaiki Rumah Warga Gaza

Halau Hujan, Bantu Perbaiki Rumah Warga Gaza' photo

ACTNews, GAZA - Anak-anak berjaket hangat menyambut tim relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dari mobil ambulans di Gaza, Palestina. Tim tidak menurunkan paket obat-obatan, tidak pula menggelar layanan kesehatan. Alih-alih itu semua, para relawan membawa sejumlah gulungan plastik kebiruan untuk memperbaiki rumah-rumah warga Gaza yang mengalami kebocoran.

Abbas tengah duduk di kursi rodanya, menikmati udara khas musim dingin Gaza di pelataran rumahnya, tatkala tim relawan ACT berkunjung ke kediaman keluarga Abbas pada November 2018 lalu. Bersama kedua anaknya yang tengah bermain di dekatnya, Abbas menyambut dengan ramah tim relawan ACT saat itu.

 

Abbas dan keluarganya tinggal di sebuah rumah semi permanen; atap dan dindingnya dilapisi lembaran seng. Kondisi tersebut membuat rumah keluarga Abbas rentan mengalami kebocoran saat hujan mengguyur kota. Apalagi ketika musim dingin yang kerap diselingi hujan deras, air yang merembes membuat ruangan semakin lembab dan dingin.

Rumah keluarga Abbas memang berada di pemukiman prasejahtera. Di sekitarnya berjejer rumah-rumah dengan kondisi serupa, bahkan lebih memprihatinkan, seperti bedeng.

“Oleh karena itu, kami membawakan beberapa gulungan plastik berbahan nilon untuk melapisi genting atau dinding rumah mereka yang bocor,” terang Thariq, relawan ACT di Gaza.

 

Gulungan plastik nilon dibentangkan. Thariq dibantu oleh relawan ACT lainnya dan warga Gaza, lantas memasangnya ke atap rumah Abbas serta rumah warga Gaza di sekitarnya. Selain atap, lembaran nilon tersebut juga melapisi beberapa rumah warga untuk menutupi celah dinding seng agar mencegah air hujan masuk.

“Total ada 200 rumah yang kami bantu perbaiki atap dan dindingnya. Semoga ketika hujan kembali mengguyur, rumah mereka tidak lagi bocor,” imbuh Thariq.

 

Selain keluarga dengan kondisi atap dan dinding rumahnya yang berlubang, bantuan juga diserahkan kepada keluarga yang rumahnya rusak akibat hantaman senjata Israel di serangan tahun 2014 dan 2018. Akibat serangan Israel pada 2014 lalu, tercatat lebih kurang 11 ribu rumah mengalami kerusakan. Selain rumah, fasilitas umum lain seperti rumah sakit dan sekolah pun ikut rusak dari serangan itu.

Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) - ACT menyampaikan, tak hanya bantuan perbaikan rumah, ACT juga memberikan bantuan pangan kepada keluarga yang paling membutuhkan di Gaza.

 

“Kepedulian masyarakat Indonesia untuk warga Palestina, baik di Gaza maupun di Yerusalem, terus mengalir hingga kini. Alhamdulillah, ACT telah menyalurkan amanah kepedulian itu dalam bentuk berbagai bantuan pokok, seperti pangan, air bersih, santunan, beasiswa, perbaikan rumah, dan layanan kesehatan. Dan ini semua masih berjalan, termasuk saat musim dingin ini, di mana masyarakat palestina amat membutuhkan bantuan pokok,” jelas Faradiba, Jumat (11/1).

Pada Desember 2018 lalu, ACT melalui Dapur Umum Indonesia di Gaza juga membagikan makanan siap santap. Atfaluna Society for Deaf Children (ASDC) menjadi tujuan distribusi paket pangan kala itu. Relawan dengan cekatan menyiapkan 1.000 makanan siap santap untuk asrama yang menjadi tempat anak-anak berkebutuhan khusus itu tinggal. “Terima kasih ACT, jangan tinggalkan kami,” ucap sejumlah anak Gaza. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan