Halidja Sabar Mengais Rezeki Meski Sepi Pembeli

Meskipun jarang ada orang yang datang ke pasar sekarang dan pendapatannya pun berkurang, Halidja tetap menjajakan dagangannya. Semua ia lakukan demi memenuhi kebutuhan tiga anaknya.

Halidja menunjukkan kue dagangannya. (ACTNews)

ACTNews, AMBON – Bertemankan hujan pagi hari itu, Halidja Kaisupi menjajakan kue dagangannya di Pasar Mardika. Sudah hampir sepuluh tahun ia mengakrabi suasana pasar yang riuh. Tetapi pandemi ini benar-benar sepi, pelanggan jarang datang. Sementara kebutuhan keluarga tetap mesti terpenuhi. Bagaimanapun ia harus tetap berjualan di pasar.

Setiap harinya, ibu berusia 48 tahun ini bangun pukul 3 dini hari. Ia menyiapkan jualannya sebelum melangkah ke pasar pukul 8 pagi. Semua ia lakukan demi keempat anaknya, yang mana ketiga di antaranya masih duduk di bangku sekolah, sehingga perlu biaya untuk itu.

Sebelum ini, suaminya berprofesi sebagai pengemudi ojek. Ia bercerita, selama merebaknya pandemi di Kota Ambon, suaminya tidak lagi bekerja. “Sudah memasuki sepuluh tahun lebih beta berjualan di Pasar Mardika, untuk membantu suami penuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Terasa capek, tapi harus bagaimana lagi, namanya kehidupan,” kata Halidja.


Halidja sedang menyiapkan kuenya. (ACTNews)

Pasar sepi, sepi pula pembeli dagangan Halidja. Sebelum pandemi, ia mampu meraup omzet hingga Rp400 ribu  per hari. Tetapi di tengah pandemi, pendapatannya makin merosot. Sampai saat ini, pendapatan yang ia peroleh tiap harinya sekitar Rp160 ribu. “Yah, cukup-cukupi saja. Terkadang kalau modal tidak cukup, beta harus berutang di toko. Setelah itu baru dibayar,” jelas Halidja.

Air mata Halidja tak serasa turun seiring bercerita. Pandemi sungguh menguras tenaga dan pikirannya untuk berjulan. Untuk kebutuhan seperti makan sehari-hari sampai pulsa listrik pun, baginya sangat sulit. Sebagai pejuang keluarga di tengah pandemi, ia harus kuat untuk keluarga dan anak-anak agar tetap melanjutkan pendidikan serta dapat hidup layak seperti anak-anak lainnya.


Membantu perjuangan Halidja dan keluarga, ACT Maluku melalui program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (Sahabat UMI) memberikan sedekah modal usaha. Dengan sedekah modal ini, diharapkan keadaan dapat berangsur membaik bagi Halidja.

“Semoga sedekah modal usaha dari para dermawan dapat menjadi solusi bagi keadaan ekonomi Ibu Halidja yang saat ini sulit. Harapan kita juga, para dermawan terus membersamai perjuangan kami, sehingga lebih banyak Ibu Halidja lain yang bisa kami bantu,” harap Wahab Loilatu selaku Kepala Cabang ACT Maluku. []