Hangatnya Silaturahmi Warga Pulau Bromo dalam Perayaan Kurban

Tak setiap saat warga Pulau Bromo di Banjarmasin bisa menikmati sajian daging. Keadaan ekonomi yang prasejahtera menjadi alasan. Untuk itu, sejak tahun 2018, Global Qurban mengirimkan hewan kurbannya ke sana, dengan harapan bisa mendatangkan bahagia di hari raya Iduladha.

Warga Pulau Bromo yang menerima daging kurban dari Global Qurban. (ACTNews)

ACTNews, BANJARMASIN – Lokasinya ada di pertemuan Sungai Bariota dan Martapura. Tempat itu merupakan pulau bekas perusahaan kayu. Penduduknya hingga sekarang hidup dalam keadaan ekonomi prasejahtera. Mereka tak sedikit bekerja sebagai buruh tanpa penghasilan tetap. Warga itu merupakan penghuni Pulau Bromo di Banjarmasin.

Pada tahun 2019 lalu, Global Qurban - ACT menyapa warga di sana. Daging sembelihan kurban didistribusikan sebagai hadiah dari masyarakat Indonesia yang menyalurkan hewan kurbannya ke Global Qurban - ACT. Warga sekitar Masjid Byna Taqwa pun berkumpul, merekatkan silaturahmi sambil ikut membantu proses penyembelihan, pencacahan, hingga distribusi daging kurban. Mereka antusias, merayakan kebaikan dermawan yang menyalurkan kurbannya hingga tempat tinggal mereka.

"Rangkaian kegiatan hari ini alhamdulillah lancar, dibantu tim TAGANA, Dinas Sosial Kota Banjarmasih, dan sejumlah anggota  TNI. Yang susah itu jalan ke sini (Pulau Bromo). Daerahnya terisolir, walaupun masih dalam wilayah kotamadya. Jadi hewan kurban harus naik kapal feri dulu untuk menyeberang," tutur Hasan, Relawan Masyarakat Relawan Indonesia Banjarmasin yang bertugas mengantar kebaikan bagi warga Pulau Bromo pada Agustus 2019 lalu.

Antusiasnya warga Pulau Bromo ikut proses penyembelihan bukan hanya sebagai ajang mereka bersilaturahmi. Akan tetapi, daging merupakan bahan makanan yang jarang dikonsumsi. Tidak setiap tahun juga ada hewan kurban yang bisa masyarakat Pulau Bromo nikmati.

“Warga di sini (Pulau Bromo) biasanya hanya menikmati daging saat ada acara tertentu saja. Selain dihuni masyarakat prasejahtera, penghuni Pulau Bromo juga harus merasakan krisis air tiap kemarau datang,” tambah Hasan.

Sebelumnya, Global Qurban - ACT juga mengirimkan daging kurban pada 2018 silam. Pemenuhan kebutuhan pangan pun tak hanya saat Iduladha saja. Bahkan pada April 2020 lalu, ACT mengirimkan beras bagi warga di Pulau Bromo sebagai bentuk kepedulian dalam penanganan dampak Covid-19.

Iduladha tahun 2020, Global Qurban - ACT juga berencana menyembelih hewan kurban untuk warga prasejahtera di Banjarmasin dan sekitarnya. Retno Sulisetiyani dari Tim Program Global Qurban - ACT Kalimantan Selatan mengatakan, meluasnya manfaat kurban di daerah-daerah yang dihuni warga prasejahtera tidak pernah lepas dari peran masyarakat.

“Sampai hari ini, Global Qurban masih membuka kesempatan bagi pekurban untuk menyalurkan kurbannya. Nantinya kami yang akan mendistribusikan secara merata dengan tujuan membawa kebahagiaan di Hari Raya Kurban,” jelas Retno, Sabtu, (18/7).[]