Harap-Harap Cemas Menunggu Setabung Nyawa

Kelangkaan tabung oksigen untuk penanganan pasien Covid-19 masih teringat jelas di benak Direktur Rumah Sakit Qadr dr. Sulaiman,. MARS. Bahkan, IGD rumah sakitnya sempat tak mampu lagi merawat pasien Covid-19 saat itu.

Rumah Sakit Qadr Tangerang Tabung Oksigen ACT Maybank Syariah
Direktur Rumah Sakit Qadr Tangerang dr. Sulaiman., MARS, saat menghadiri prosesi serah terima 20 tabung oksigen dari ACT dan Maybank Syariah. (ACTNews/Ichsan Ali)

ACTNews, KABUPATEN TANGERANG – Masih jelas dalam ingatan Direktur Rumah Sakit Qadr Tangerang dr. Sulaiman saat menunggu kiriman tabung oksigen di puncak kasus Covid-19, Juni-Juli lalu. Semua seolah rebutan menunggu kehadiran “setabung” nyawa.

Dr. Sulaiman mengibaratkan tabung oksigen adalah ujung tombak dalam penanganan Covid-19, yang mana penyakit ini begitu dahsyatnya menyerang sistem pernapasan setiap pasien tanpa pernah membedakan jenis kelamin, riwayat penyakit, maupun usia.

“Sangat berat bagi kami itu saat Juni sampai Juli. Saat itu, pasien pada umumnya mengalami gejala sedang sampai berat. Bayangkan satu tabung oksigen ukuran enam meter hanya habis 6-8 jam saja,” tuturnya kepada ACTNews, pada Rabu (15/9/2021).

Ia mengungkapkan, kondisi lonjakan kasus Covid-19 sampai membuat pihak rumah sakit menambah jumlah kapasitas tempat tidur. Padahal, pada April 2020 hanya disediakan tiga tempat tidur untuk pasien Covid-19. Pada Juni 2021 menjadi 44 tempat tidur. Ia juga bercerita kalau pihak rumah sakit sempat menutup Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruangan rawat bagi pasien Covid-19 karena ketidakmampuan fasilitas.

“Ya kami menyiapkan bangsal dan tenaga kesehatan khusus bagi pasien Covid-19 agar tidak menular ke pasien non Covid-19. Kalau soal tabung oksigen itu lebih dari 80 persen penanganan pasien menggunakannya, istilahnya tanpa tabung oksigen kita enggak bisa merawat pasien,” ungkapnya.  Hampir setiap malam tenaga kesehatan terus berkerja memastikan suplai tabung oksigen selalu ada.

Namun, masa-masa sulit lonjakan Covid-19 kini menurutnya sudah terlewati dengan dibuktikan kondisi kasus aktif Covid-19 yang cenderung melandai. Terlebih upaya vaksinasi begitu masif digencarkan baik dari pemerintah maupun institusi swasta dalam membangun herd immunity bagi masyarakat.

“Alhamdulillah saat ini sudah tidak ada pasien Covid-19 di Rumah Sakit Qadr. pasien terakhir kami itu sudah keluar sejak dua hari yang lalu. Alhamdulillah kondisi sekarang sudah membaik. Mari protokol kesehatan dan vaksinasi harus terus kita galakkan selalu,” tambahnya.

Hari itu, kehadiran dua puluh unit tabung oksigen ukuran satu meter kubik dari ACT dan Maybank Syariah menjadi kebahagiaan dan rasa syukur bagi dr. Sulaiman dan para tenaga kesehatan di Rumah Sakit Qadr.

“Alhamdulillah kolaborasi ACT dan Maybank Syariah turut bermanfaat bagi kami. Terima kasih banyak atas perhatiannya kepada kami,” ujarnya.[]