Harapan Kemajuan Tani di Panen Raya Uji Coba Nutrisi Bio Hayati MPPI

Global Wakaf – ACT mengadakan panen raya di lahan uji nutrisi hayati Bio MPPI di Desa Ciptamarga, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang pada Jumat (15/1/2021) silam. Acara panen raya di antaranya dihadiri langsung oleh Ketua Gapoktan Sri Asih Desa Ciptamarga H. Dede, Wakil Bupati Karawang terpilih Aep Saepuloh dan dihadiri juga oleh beberapa perwakilan Global Wakaf – ACT.

Wakil Bupati Karawang terpilih Aep Saepuloh (tengah) tengah meninjau hasil panen bersama Kepala Cabang ACT Karawang Erwin Wikanda (kiri) dan petani pemilik lahan Hassanudin (kanan). (ACTNews/Akbar)

ACTNews, KARAWANG – Global Wakaf – ACT mengadakan panen raya di lahan uji nutrisi hayati Bio MPPI di Desa Ciptamarga, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang. Acara panen yang bertemakan Panen Raya Bio Hayati MPPI dilaksanakan pada Jumat (15/1/2021) silam.

Lahan uji coba tersebut merupakan lahan 2 hektare milik Hassanudin, seorang petani penerima manfaat program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia (MPPI).  Acara panen raya di antaranya dihadiri langsung oleh Ketua Gapoktan Sri Asih Desa Ciptamarga H. Dede, Wakil Bupati Karawang terpilih Aep Saepuloh dan dihadiri juga oleh beberapa perwakilan Global Wakaf – ACT.

Aep mengapresiasi antusiasme yang dihadirkan pada panen raya ini. Ia juga berharap program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia serta Nutrisi Bio Hayati MPPI bisa terus dilanjutkan dan dikembangkan.

”Karena mudah-mudahan Karawang bisa menjadi lumbung padi yang berbentuk swasembada pangan untuk wilayah Kabupaten Karawang, khususnya untuk Indonesia ini. Kalau saya melihat antusias di sini, bahkan ada Gapoktan-nya juga, ini respons yang sangat baik. Makanya mudah-mudahan berhasil, saya ucapkan terima kasih juga untuk Global Wakaf – ACT yang sudah hadir di sini,” ujar Aep.


Seorang pengarit di tengah lahan uji coba Bio Hayati MPPI. (ACTNews/Reza Mardhani)

Sementara H. Dede mengatakan jika dilihat dari lahan, nutrisi Bio Hayati MPPI menunjukkan perbedaan dengan pupuk konvensional. Butir-butir padi terlihat agak berisi dibandingkan dengan tanaman padi yang menggunakan pupuk konvensional.

“Jadi dengan kondisi tersebut, kami perkirakan hasilnya akan lebih bagus dibandingkan dengan konvensional. Dan mudah-mudahan memang harganya pun nanti lebih bagus. Karena kualitasnya kualitas organik,” harap Dede.


Selain menguji coba nutrisi Bio Hayati MPPI, Global Wakaf – ACT pada tahun 2020 lalu juga telah memberikan bantuan modal tanam kepada 32 petani yang ada di Desa Ciptamarga.
Danu Putra Anugrah dari Tim Global Wakaf – ACT mengatakan bantuan ini akan terus berlanjut ke depannya untuk para petani di Desa Ciptamarga.

“Karena dana wakaf ini harus tetap ada pokoknya, agar dia tumbuh berkembang. Jadi ketika petani yang satu sudah sejahtera, dialihkan lagi ke petani lainnya. Jadi kita tidak ingin misalnya ada petani yang masih terjerat riba, makanya dengan wakaf ini kita ingin menjaga pokok modalnya, dan nanti kita share ke petani lainnya,” ujar Danu. []