Harapan Maryani Rumahnya Kokoh Kembali

Maryani tidak punya pilihan. Ia terpaksa bernaung di rumah yang tidak layak huni, bangunan yang sekaligus menjadi tempatnya mencari nafkah.

Relawan dari berbagai elemen bergotong royong membangun mengangkat bahan bangunan untuk renovasi rumah Maryani. (ACTNews)

ACTNews, SUKOHARJO Bangunan yang jauh dari layak huni di Kampung Jimbun, Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, tetap digunakan Maryani sebagai tempat tinggal dan warung tempatnya mencari nafkah. Sepeninggal suaminya, Maryani haru berjuang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan kedua anaknya yang masih bersekolah.

Ardian Sapto dari Tim program ACT Solo menerangkan, bantuan renovasi rumah tersebut terealisasi atas dasar rasa keprihatinan bersama terhadap kondisi yang dialami Maryani. “Saat ini pembangunan rumah sudah berlangsung 30 persen dan direncanakan bisa selesai dalam akhir bulan ini,” kata Ardian.

ACT Solo pun mengajak semua pihak untuk bisa membantu dan mendukung pembangunan rumah Maryani. Sebelumnya, renovasi dilakukan mulai pada Ahad (9/8) lalu. ACT Solo juga menggandeng tujuh lembaga swadaya dan komunitas lainnya, yaitu Masyarakat Relawan Indonesia Solo, Komunitas Orang Tua Asuh, Gerakan Sedekah Insan Taqwa (GESIT), Rumah Sedekah, Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) Nguter, Front Pembela Islam (FPI) Nguter, dan BMT Sakinah Bekonang.

“Semoga dengan rumah yang lebih layak, Maryani bisa tinggal dengan tenang di rumah yang kokoh dan bisa berjualan di warung dengan lebih baik. ACT Solo juga sangat mengapresiasi kepekaan komunitas dan elemen masyarakat yang ikut berkolaborasi dalam program ini,” kata Ardian.

Maryani pun menyampaikan rasa syukurnya. Ia berdoa agar semua dermawan yang membantunya untuk merenovasi rumah mendapat balasan terbaik dari Allah. “Alhamdulillah, terima kasih banyak semuanya yang sudah berkenan membantu membedah rumah saya agar jadi lebih baik,” tutur Maryani.

Selain program renovasi rumah untuk Maryani, ACT Solo juga senantiasa menggulirkan program-program kemanusiaan lainnya untuk membantu masyarakat prasejahtera. Utamanya adalah program pemenuhan kebutuhan pangan bagi warga yang terkena dampak sosial dan ekonomi dari pandemi Covid-19.

"Selama masa pandemi ini, kami terus menjalankan program-program pangan. Beberapa hari lalu juga kami menginisiasi Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan, yang bertujuan untuk mengajak publik untuk bersama membantu pemenuhan kebutuhan pangan antarsesama melalui sedekah pangan. Masyarakat bisa memberikan sedekah terbaiknya langsung melalui Lumbung Sedekah Pangan yang kami aktivasi atau bersedekah tunai melalui laman Indonesia Dermawan," pungkas Ardian.[]


Tag