Harapan Penuh Yani untuk Meluaskan Kebaikan

Saat ini, Yani sudah masuk tahun ketiga melakukan aksi kemanusiaan bersama ACT. Di tahun ini juga, Yani menjadi saksi perjalanan dan perubahan ACT dengan hadirnya logo baru. Terus meluaskan kebaikan menjadi harapan besar Yani ke lembaga yang sudah berdiri sejak 2005 silam.

Harapan Penuh Yani untuk Meluaskan Kebaikan' photo
Dayani saat diwawancarai ACTNews pada akhir 2019 lalu ketika melakukan pendampingan medis ke salah satu pasien MSR di Kabupaten Bogor. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, DEPOK – Berbagai aksi kemanusiaan bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) khususnya dalam program Mobile Social Rescue telah Dayani lakukan sejak 2017 silam. Berbagai kondisi medis yang dialami oleh warga prasejahtera berhasil Dayani dampingi. Walau tak semua pasien yang ia dampingi dapat sembuh karena sebagian ada yang dinyatakan meninggal dunia karena kondisi kesehatan yang tak memungkinkan. Namun bagi Yani, panggilan akrabnya, sepenuh hati ia bekerja untuk kemanusiaan.

Perkenalan pertama Yani dengan ACT terjadi pada 2017 lalu saat salah seorang temannya sudah terlebih dahulu bergabung bersama tim ACT. Perempuan kader pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) di lingkugan tempat tinggalnya di Kecamatan Cimanggis ini mengatakan, dirinya bergabung karena dorongan hati untuk membantu sesama manusia. Pendampingan medis yang Yani lakukan bersama ACT pun memang sudah biasa ia lakukan bersama PKK. Sehingga baginya, mendampingi pasien tak begitu membingungkan karena sebelumnya ia sudah terbiasa.

Keluar masuk rumah sakit untuk melakukan pendampingan seakan sudah menjadi bagian hidup Yani. Tak jarang dari rumahnya ia harus sudah berangkat menuju rumah sakit dari pukul 5 pagi. Demi mendapatkan nomor antrean awal menjadi tujuannya, agar pasien yang ia dampingi tak perlu menunggu lama. Walau sering meninggalkan keluarga untuk misi kemanusiaan, Yani mengaku keluarganya sangat mendukung.

“Suami sama anak-anak sudah tahu kegiatan saya. Kadang mereka saya ajak, tapi lebih sering enggak maunya karena mereka enggak sanggup,” ungkap Yani sambil diiringi tawa pada pertengahan September lalu. Saat itu, ACTNews bertemu dengan Yani di bilangan Jakarta Barat saat ia mendampingi pasien MSR asal Bieruen yang mengalami bocor jantung.

Saat ini, masuk tahun ketiga Yani bersama ACT berjuang untuk kemanusiaan. Berbagai pengalaman bersama ACT telah ia lakukan, mulai dari menemui pasien dengan penyakit yang sebelumnya tak pernah ia tangani, mengantarkan bantuan kemanusiaan hingga membawanya ke berbagai daerah. Di tahun ini juga, ACT berganti logo, dan Yani masih terus ikut mengiringi perjuangan kemanusiaan. Berbagai harapan atas pergantian wajah ACT pun ia panjatkan.

“Dengan bergantinya logo, semoga ACT semakin luas jangkauannya, semakin banyak orang yang terbantu, sama berbagai kebaikan bisa terus ditebar tak mengenal batasan,” harap Yani, Senin (28/9).

Dan, menjelas akhir September ini, Yani masih melakukan pendampingan terhadap pasien MSR, baik dari sekitar Jakarta, maupun pasien yang datang dari luar kota untuk berobat di ibu kota. Waktunya pun harus dibagi untuk keluarga serta urusan kemanusiaan. Tapi, itu tak masalah bagi Yani dan keluarga, karena ia, suami dan anak-anaknya mendukung penuh perjuangan untuk kemanusiaan.[]

Bagikan

Terpopuler