Harapan Penyintas Longsor Bogor Nikmati Daging pada Iduladha

Sejak sebelum bencana longsor yang membuat kampung mereka masuk zona merah, warga Rancanangka, Desa Cileuksa, Sukajaya, Kabupaten Bogor tiap Iduladha hanya menyembelih paling banyak 4 ekor kambing. Sedangkan warganya mencapai sekitar 800 jiwa. Tahun ini mereka hanya bisa berharap untuk bisa menikmati daging kurban dalam kondisi baru memulai kembali kehidupan baru di tempat relokasi.

Bukit yang menjadi area relokasi warga Rancanangka, Desa Cileuksa, Sukajaya, Bogor. Di tempat ini dihuni 800an jiwa dengan mayoritas prasejahtera. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Kampung Rancanangka yang ada di Desa Cileuksa, Sukajaya, Kabupaten Bogor kini tinggal kenangan. Lebih dari 800 warganya meninggalkan kampung tersebut, pindah ke tempat baru, Blok Cipandawa di desa yang sama. Bencana alam tanah longsor menjadi penyebabnya. Rancanangka masuk dalam zona merah bencana longsor di Kabupaten Bogor.

Saat ini, Blok Cipandawa menjadi rumah baru bagi ratusan warga Rancanangka. Tanah relokasi yang berada di salah satu bukit yang masuk wilayah Taman Nasional Gunung Halimun-Salak itu, kini terlihat padat dengan rumah. Sebagian rumah ada yang belum permanen, atapnya hanya ditutupi dengan terpal plastik saja. Ekonomi menjadi kendala.

Ope, salah satu warga menuturkan, warga Blok Cipandawa sekarang bertahan dengan keadaan yang seadannya saja. Sudah sangat jarang ada bantuan kemanusiaan sejak pandemi melanda, padahal mereka masih dalam tahap pembangunan kembali kehidupan baru. Berbagai fasilitas umum pun belum semuanya terpenuhi. Bahkan, menjelang Iduladha nanti, mereka belum tahu apakah bisa menikmati daging kurban atau tidak. Lagi-lagi, ekonomi warga setempat yang masih prasejahtera menjadi alasannya.

“Sebelum bencana saja, tiap Iduladha paling sembelih 2 atau paling banyak 4 kambing. Belum pernah ada potong sapi,” ungkap Ope, Kamis (23/7).

Warga Rancanangka (saat ini Blok Cipandawa), menurut Ope, sangat ingin merasakan daging kurban. Bukan tentang olahan dagingnya. Akan tetapi, suasana hari raya yang begitu hangat serta silaturahmi yang bisa terjalin ketika proses penyembelihan. Apalagi, saat ini warga sangat membutuhkan penguatan untuk menghilangkan rasa trauma akibat bencana alam awal tahun ini.

Khisnul Khasanah dari tim Program ACT Bogor mengatakan, Iduladha tahun ini, Global Qurban -ACT bakal menyembelih hewan kurban di Blok Cipandawa. Kurban ini hadir dari sedekah kurban yang ACT Bogor galang melalui laman urun dana Indonesia Dermawan. “Kurban dari sedekah kurban ini akan membawa kebahagiaan bagi mereka yang masih dibayangi trauma bencana dan belum kembali pulih kehidupan normalnya,” jelasnya.

Warga Cipandawa sendiri, ketika hari-hari biasa sangat jarang menikmati hidangan berbahan dasar daging kambing atau sapi. Mayoritas profesi mereka di bidang pertanian dan perkebunan dengan penghasilan yang tak begitu besar. Maka dari itu, Iduladha menjadi satu-satunya harapan bagi warga yang tinggal di tanah relokasi ini untuk bisa menikmati daging kurban.[]