Harapan Santri Al-Barokah Miliki Pesantren yang Lebih Layak

Sebagai pendiri dan pengurus Pesantren Al Barokah, Ustaz Tatang sering merasa sedih melihat para santri harus rela bergantian untuk mendapat pengajaran. Tembok sudah mulai retak, bilik kayu sudah rapuh, bahkan atapnya nyaris roboh.

ACTNews, TASIKMALAYA - Sekitar satu jam dari pusat Kota Tasikmalaya, terdapat sebuah pesantren tua yang sudah berdiri sejak 1995 silam. Pesantren Al-Barokah menjadi satu-satunya pesantren di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukaratu, Tasikmalaya, yang kondisinya sudah sangat rapuh dan memprihatinkan. Padahal Pesantren Al Barokah menjadi pusat pembelajaran bagi 150 santri dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Pesantren Al Barokah dibangun semi permanen yang sebagian temboknya sudah mulai retak, bilik kayunya sudah rapuh, bahkan atapnya nyaris roboh. Tim Mobile Social Rescue-Aksi Cepat Tanggap (MSR-ACT) Tasikmalaya coba menyambangi Pesantren Al-Barokah dan bertemu dengan Ustaz Tatang selaku pendiri dan pengurus pesantren, Senin (24/6). 


Ustaz Tatang mengungkapkan, sangat banyak santri yang antusias untuk belajar di Pesantren Al-Barokah, meski luas bangunan yang minim membuat santri harus rela bergantian untuk mendapat pengajaran. 

“Saya sering merasa sedih melihat santri-santri harus rela bergantian untuk mendapatkan pembelajaran, bahkan ada yang rela mengikuti pembelajaran di luar akibat kondisi ruangan sempit dan tidak bisa menampung jumlah santri yang banyak” cerita Ustaz Tatang. 

Menurut Ustaz Tatang, antusiasme para santri untuk belajar lah yang membuat dirinya dan keluarga mewakafkan tanah beserta bangunannya untuk dijadikan pesantren. Selain untuk kegiatan belajar-mengajar santri, Pesantren Al Barokah juga dijadikan sebagai ruang serbaguna untuk berbagai macam kegiatan warga. 


“Harapan saya dan warga Gunungsari sangat besar terhadap pesantren ini, sebab intensitas penggunaan dan kebermanfaatan yang cukup tinggi,” kata Ustaz Tatang. 

Tim MSR-ACT Tasikmalaya pun tergerak untuk membantu Ustaz Tatang, para santri Pesantren Al-Barokah, dan warga Desa Gunungsari. Tim memiliki rencana untuk melakukan renovasi Pesantren Al Barokah. “Semoga kita juga bisa mengikhtiarkan untuk merenovasi pesantren ini ” pungkas Fauzi, dari tim MSR-ACT Tasikamalaya. []