Harapan Sulyana Tingkatkan Produksi Roti kala Ramadan

Pandemi Covid-19 membuat Sulyana harus berutang untuk menutup ongkos produksi usaha rotinya. Ia tidak lagi memiliki modal, padahal bulan Ramadan yang menjadi salah satu momen menjual lebih banyak roti segera tiba.

Sebelum pandemi, Sulyana dibantu dua orang karyawan untuk produksi. Namun, kini salah satunya terpaksa dirumahkan. (ACTNews)

ACTNews, DEPOK – Sebelum pandemi Covid-19, Sulyana (43), dibantu dua orang karyawannya memproduksi berbagai jenis roti di rumahnya, Cipayung, Depok. Produksi roti pada kondisi saat itu bisa mencapai 500-600 buah sehari. Rot kemudian ia jual kepada 13 warung dan koperasi yang telah menjadi pelanggannya. Bahkan, saat acara tertentu, ribuan roti bisa mereka produksi.

Namun, produksi roti menurun seiring pandemi Covid-19. Kini, Sulyana hanya bisa memproduksi 300 buah. Ia pun harus merumahkan satu orang karyawannya karena pendapatan yang berkurang. Sulyana juga harus menggadaikan BPKB motornya setiap tahun karena ia membutuhkan modal yang banyak untuk memproduksi roti. Masih ada utang yang harus ia lunasu selama 18 bulan ke depan.


Sulyana ketika ditemui Tim Global Wakaf - ACT di tempat produksinya. (ACTNews)

Dalam benak yang terdalam, berat bagi Sulyana saat harus meminjam uang dengan bunga ke rentenir. “Selain harus mengembalikan dengan jumlah lebih besar, saya juga takut dosa yang harus ditanggung akibat praktik ribawi,” katanya. Namun ia tidak memiliki solusi lain. Apalagi dengan harga bahan baku yang naik beberapa kali lipat mendekati bulan Ramadan seperti sekarang.

Untuk bantu memaksimalkan potensi usaha Sulyana menjelang Ramadan, Global Wakaf-ACT mendukung usaha Sulyana dengan bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia  pada pertengahan Maret ini.

Zaid Muzayyan dari Tim Global Wakaf – ACT Depok. Menjelaskan, Ikhtiar ini diharapkan bisa mendukun produksi roti Sulyana pada bulan Ramadan nanti. “Semoga ibu Sulyana bisa segera membeli bahan baku sebelum harganya semakin naik mendekati Ramadan nanti. Bantuan ini merupakan pengelolaan dana wakaf dalam kegiatan produktif yang selama ini dijalankan Global Wakaf-ACT,” kata Zaid. Bantuan ini merupakan salah stau ikhtiar menolong Sulyana dari jeratan hutang rentenir dan riba.[]