Harapan Ustaz Kusaeni: Santri Hafal Al-Qur’an seperti Para Wali

Untuk mendukung perjuangan Ustaz Kusaeni, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup. Bantuan ini merupakan realisasi dukungan ACT terhadap Gerakan Sejahterakan Dai Indonesia yang dicetuskan Majelis Ulama indonesia (MUI).

ustaz kusaeni demak
Ustaz Kusaeni saat mengajar mengaji anak-anak di pesantren. (ACTNews)

ACTNews, DEMAK – Demak Kota Wali. Kenangan religiusitas dan julukan tersebut membuat Ustaz Kusaeni (42) ingin anak-anak di Desa Kedungori, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, menjadi generasi yang religius. Bertindak sesuai dengan yang dicontohkan para wali di Demak dahulu kala.   

Untuk mewujudkan keinginan-keinginan tersebut, Ustaz Kusaeni mendirikan pondok pesantren pada 2006 dan masih berdiri hingga saat ini. “Saya beri nama (pondok pesantren) Anwarul Qur’an artinya cahaya-cahaya Al-Qur’an. Harapannya agar para santri menjadi manusia yang hafal Al-Qur’an, lalu mengamalkannya,” ujar Ustaz Kusaeni saat ditemui tim ACT Semarang, Selasa (26/10/2021) lalu. 

Tempat mengaji dibangun menggunakan kayu dan berdindingkan bilik bambu. Sebanyak 54 santri yang mengaji pada Ustaz Kusaeni tidak diwajibkan membayar iuran. Kebutuhan makan para santri yang tinggal di pondok bersumber dari sawah yang dimiliki Ustaz Kusaeni.


“Mayoritas santri berasal dari keluarga tidak mampu dan yatim. Yang penting semangat mau belajar dan menghafal Al-Qur’an.,” jelas Ustaz Kusaeni. 

Selain hasil bercocok tanam, Ustaz Kusaeni juga menjadi guru honorer di madrasah dengan gaji Rp500 ribu per bulan. Gaji ini digunakan untuk menafkahi keluarga dan membayar kebutuhan pesantren, seperti membayar listrik. 

Untuk mendukung perjuangan Ustaz Kusaeni, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup. Bantuan ini merupakan realisasi dukungan ACT terhadap Gerakan Sejahterakan Dai Indonesia yang dicetuskan Majelis Ulama indonesia (MUI).[]