Harapan Yuniar Perluas Pemasaran Usaha Mi Ayam

Yuniar dan suaminya yang sama-sama mencari rezeki di sekolahan, pendapatannya terganggu semenjak pandemi. Yuniar memilih pindah berjualan dan berikhtiar memperluas pasar pelanggannya di tempat beradagangnya yang baru, yakni di depan kontrakan rumahnya.

Yuniar di depan warungnya. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – Di rumah kontrakannya di Bantar Jati, Kota Bogor, Yuniar masih menjalankan usaha mi ayam rumahan miliknya. Enam tahun menggerakkan usaha kecilnya bukanlah waktu yang singkat. Bahkan bila ia ingat lagi saat pertama kali membuka usaha, si sulung masih kelas 1 SD dan sekarang sudah bersekolah di bangku SMP.

Usaha ini merupakan tambahan baginya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi di masa pandemi ini. Suaminya yang bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah sekolah, dan per bulannya menghasilkan Rp750 ribu. Tapi pandemi memangkas pendapatan suaminya sebab sekolah kini libur sehingga bekerjanya pun berdasarkan sif.

Hal yang sama terjadi pada usaha Yuniar yang mengandalkan sekolah sebagai tempatnya mencari rezeki. Ia kemudian berpindah dari lingkungan sekolah ke depan kontrakannya sendiri. Kendalanya kini, hanya orang-orang yang pernah jadi pelanggannya yang tahu ia berjualan mi ayam. Sementara orang-orang di sekitar rumahnya belum banyak yang mengetahui. Padahal pada saat ini, usaha inilah tumpuannya untuk membiayai sekolah anak-anaknya yang masih duduk di bangku SMP, SD, dan seorang lagi yang ada di pondok pesantren.


Usaha yang kini dijalani Yuniar. (ACTNews)

Meski pandemi menggerogoti pendapatannya, Yuniar menyimpan harap dapat memperluas pemasaran usaha mi ayamnya. Harapan itu pun bersambut, tatkala Global Wakaf – ACT menyalurkan modal usaha lewat program Wakaf Modal Usaha Mikro. “Alhamdulillah dapat bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro. Wakaf Modal Usaha Mikro dari Global Wakaf – ACT dapat membantu untuk menambah jualan agar semakin banyak dan mudah diketahui oleh orang sekitar,” ungkap Yuniar pada Selasa (22/9) itu.

Yuniar merupakan salah satu dari 10 penerima manfaat pada saat itu. Program Wakaf Modal Usaha Mikro telah diaktivasi sejak 11 September lalu dan pendampingan pertama pun telah berjalan untuk para penerima manfaat.


“Insyaallah seluruh penerima manfaat telah diedukasi terkait wakaf, di mana dana pokoknya harus tetap utuh. Sehingga, ada pengembalian dana pokok dan disepakati oleh kesemuanya. Semoga semua penerima manfaat amanah, usahanya berjalan lancar dan sukses, serta bisa menjadi dermawan-dermawan baru,” harap Khisnul Hasanah dari Tim Program Global Wakaf – ACT Bogor.

Khisnul pun turut mengajak para dermawan untuk meluaskan manfaat dari program ini. “Kami mengajak kepada para dermawan untuk turut serta memberdayakan lagi para pengusaha kecil yang terdampak. Semoga dengan wakaf kita, para penerima manfaat bisa melewati masa sulit ini dengan lancar,” ajak Khisnul. []