Harga Gabah Menurun Upah Buruh Tani Naik Tipis

Data Nilai Tukar Petani yang merupakan salah satu indikator untuk kesejahteraan petani April 2021 menunjukkan penurunan pada April 2021. Di bulan yang sama, kenaikan upah buruh tani secara rata-rata nasional juga naik tipis sebesar Rp56.470 per hari dari sebelumnya Rp56.373.

selamatkan petani
Petani sedang memanen padi sawah wakaf produktif Global Wakaf-ACT di Mojokerto. (ACTNews/Muhamad Ubaidillah)

ACTNews, JAKARTA SELATAN — Kesejahteraan petani dan buruh tani masih menjadi permasalahan yang harus diperhatikan. Data Nilai Tukar Petani (NTP) yang merupakan salah satu indikator untuk kesejahteraan petani April 2021 menunjukkan penurunan. Kenaikan upah buruh tani secara nasional juga tipis.  

Badan Pusat Statistik mencatat NTP nasional April 2021 sebesar 102,93 atau turun 0,35 persen dibanding NTP bulan Maret 2021. Penurunan NTP karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,10 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,25 persen.

Selanjutnya para petani juga dirugikan dengan harga gabah yang menurun. Di mana harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani pada April 2021 turun 2,51 persen dan harga beras premium di penggilingan turun 0,60 persen. Rinciannya rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.275 per kilo gram atau turun 2,51 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.398 per kilogram atau turun 1,85 persen dibandingkan harga gabah dengan kualitas yang sama dibanding harga Maret 2021.

Kemudian rata-rata harga Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani Rp4.882 per kilogram atau turun 6,36 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.994 per kg atau turun 6,31 persen dibanding bulan sebelumnya. Harga gabah di luar kualitas tersebut di tingkat petani Rp3.981 per kilogram atau turun 1,54 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.084 per kilogram atau turun 1,32 persen.

Selain harga gabah yang turun, kenaikan upah nominal harian bagi buruh tani juga tipis. Upah nominal buruh adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan. BPS merilis upah nominal harian buruh tani nasional pada Maret 2021 naik sebesar 0,17 persen dibanding upah buruh tani Februari 2021, yaitu dari Rp56.373 menjadi Rp56.470 per hari. 

Keadaan tersebut membuat ketahanan pangan nasional menurun. Rilis terbaru Food Security Index menempatkan Indonesia di posisi 63 dari 113 negara. Posisi Indonesia lebih rendah dibanding dengan empat negara Asia Tenggara lain yakni Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Skor ketahanan pangan Indonesia pada 2020 menurun ke angka 59,5. Tahun 2019 skor Indonesia masih 60,9 yang berada di peringkat 62.


Ilustrasi. Proses bertani mengajarkan tentang kemandirian menghasilkan sesuatu lewat kerja keras. (ACTNews/Reza Mardhani)

Program pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan petani pun terus diikhtiarkan Global Wakaf-ACT. Salah satu program pemberdayaan petani adalah Wakaf Sawah Produktif.

Wahyu Nur Alim dari Global Wakaf-ACT menjelaskan, melalui Wakaf Sawah Produktif Global Wakaf-ACT berikhtiar membantu petani dalam mewujudkan kedaulatan pangan bangsa. Wahyu menjelaskan, melalui WSP Global Wakaf-ACT akan mengintervensi lewat di tiga aspek, yaitu teknologi pertanian, modal kerja, dan penyerapan hasil panen oleh Global Wakaf-ACT.

“Selama ini Global Wakaf-ACT membeli hasil panen petani dengan harga terbaik. Langkah ini tentu tidak dapat dilakukan sendiri dan sangat butuh bantuan wakif. Melalui Wakaf Sawah Produktif, Global Wakaf-ACT berikhtiar membantu kesejahteraan petani,” kata Wahyu.[]