Hari Arafah Tiba, Berikut Amalan-Amalan Utamanya

Selain menjadi momen paling bersejarah bagi umat muslim, hari Arafah juga memiliki banyak amalan utama untuk mendapat syafaat Allah SWT

amalan hari arafah
Ilustrasi. Hari Arafah memiliki banyak amalan utama bagi umat muslim, salah satunya banyak berbuat kebaikan. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Sehari sebelum perayaan Iduladha tiba, umat muslim di seluruh dunia akan menjumpai salah satu hari yang sangat penting dan mulia, yakni hari Arafah. Tanggal 9 Zulhijah di tahun 10 Hijriah, menjadi momen paling bersejarah di padang Arafah. Nabi Muhamma SAW bersama ratusan ribu sahabatnya, sedang menunaikan rukun Islam yang kelima, yaitu ibadah haji, hari itu juga menjadi hari lahirnya “deklarasi Arafah”, khutbah Nabi Muhammad SAW yang menekankan pada prinsip-prinsip kemanusiaan yang harus dijaga dan dihormati. 

Selain sejarah besar, hari Arafah juga memiliki banyak amalan utama bagi umat muslim untuk mendapat syafaat dari Allah SWT. Berikut beberapa di antaranya:

Memperbanyak Doa

Berdasarkan hadis riwayat Tirmidzi nomor 3585, Nabi Muhamma SAW mengatakan bahwa sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.

Memperbanyak Bacaan Zikir

Dalam hadis yang sama, Rasulullah SAW juga bersabda, “Sebaik-baik zikir yang aku ucapkan, dan juga diucapkan para nabi sebelumku adalah ‘Laa ilaaha illallah, wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syaiin Qodiir’.”

Zikir tersebut sendiri memiliki arti bahwa, tidak ada yang berhak disembah selain Allah yang satu saja. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kekuasaan, dan milik-Nya segala pujian. Dan Dia Maha Mampu atas segala sesuatu.

Berpuasa

“Puasa hari Arafah (tanggal 9 Zulhijah), aku harap kepada Allah dapat menghapus dosa tahun yang sebelumnya, dan tahun yang setelahnya.” (Hadis riwayat Muslim, nomor 1162)

Dari hadis tersebut, diketahui bahwa berpuasa pada hari Arafah mampu menghapus dosa selama dua tahun. Sehingga, amat sayang bagi umat muslim jika dilewatkan.

Melakukan Takbir Muqoyyad

Takbir Muqoyyad merupakan takbir yang terkait dengan waktu salat. Takbir Muqoyyad bagi orang yang tidak sedang melakukan ibadah haji, dibaca setiap selesai salat lima waktu. Dilakukan mulai dari subuh pada hari Arafah (9 Zulhijah) sampai setelah salat Ashar pada Hari Tasyrik yang terakhir, yaitu 13 Zulhijah. Kemudian, tidak bertakbir lagi setelah Maghrib (14 Zuhijah malam).

“Bahwa Ali bertakbir setelah salat Subuh pada 9 Zulhijah sampai Ashar 13 Zulhijah. Ali juga bertakbir setelah Ashar. (Hadis riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Al-Baihaqi).

Perbanyak Kebaikan

Dalam hadits Ibnu Abbas disebutkan,  “Tidak ada satu amal saleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal saleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah).” Para sahabat kemudian bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi SAW menjawab, “Jihad di jalan Allah pun tidak bisa mengalahkan kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali sedikit pun.” (Hadis riwayat Abu Daud nomor 2438, Tirmidzi nomor 757, Ibnu Majah nomor 1727, dan Ahmad nomor 1968.[]