Hari-Hari Masih Bergejolak di Jalur Gaza

Hari-Hari Masih Bergejolak di Jalur Gaza

Hari-Hari Masih Bergejolak di Jalur Gaza' photo

ACTNewsGAZA – Serangan dan perlawanan masih bergelegak di Palestina. Pelanggaran hak asasi manusia oleh militer Israel terus menjadi catatan hitam dari pekan ke pekan. Peristiwa itu dicatat Palestistinian Center for Human Rights (PCHR) pada 7-13 Februari lalu.

Diawali dengan perlakuan yang melanggar nilai kemanusiaan, tentara Israel berulang kali menggunakan kekuatan berlebihan dalam menghadap sejumlah warga sipil Palestina. Pada aksi damai ke-46 lalu, tentara Israel menembak dua remaja Hamza Mohamed Ishtawi (17) dari al-Zaytoun dan Hasan Eyad Shalabi (14) dari Khan Younis.

“Dia anak yang begitu menyenangkan di rumah, suaranya, kebahagiaannya mengisi seluruh rumah. Selalu ada tawa bila ia bermain di rumah,” cerita Fatima, ibunda Shalabi kepada Aljazeera, Sabtu (9/2).

Sedangkan pada Selasa (1/2), pihak Rumah Sakit al-Shifa menyatakan kematian Hassan Nabeel Ahmad Nofal (16) dari Nuseirat di Jalur Gaza Tengah. Hasan meninggal karena luka-luka yang dideritanya pada hari Jumat (8/2).

PCHR mencatat, korban cidera dan luka sepanjang satu pekan ini mencapai 109 orang. Korban paling banyak berasal dari wilayah Kota Gaza, yakni 30 orang, disusul wilayah Rafah sebanyak 25 orang, dan Khan Younis 24 orang. Dari 109 korban, 45 orang di dalamnya adalah anak-anak.

Israel juga terus melakukan serbuan dan pengusiran paksa warga Palestina. Selama periode 7-13 Februari, pasukan Israel melakukan setidaknya 78 serangan militer ke komunitas Palestina di Tepi Barat. Selama serangan itu, pasukan Israel menangkap setidaknya 44 warga Palestina, termasuk 8 anak-anak.

Serangan Israel ke kelompok nelayan

Sebagai bagian dari penargetan para nelayan Palestina di laut, pasukan Israel terus meningkatkan serangan mereka terhadap para nelayan Palestina. Selama periode pelaporan, PCHR mendokumentasikan 8 insiden yang berdekatan dengan Jalur Gaza Utara. Akibatnya, seorang nelayan menderita luka ringan.

Salah satunya pada Kamis (7/2), kapal perang Israel yang berada di lepas pantai al-Waha, barat laut Beit Lahia di Jalur Gaza Utara. Kapal militer itu mengejar kapal-kapal nelayan Palestina yang berlayar dalam jarak 3 mil laut dan menembaki mereka. Akibatnya, Darweeh Mustafa Khalil al-Shantaf (49), terkena peluru karet di leher saat ia sedang memancing. Darweeh menderita luka ringan. Para nelayan pun melarikan diri karena hal itu membahayakan nyawa mereka.

Jumat (8/2) pagi, kejadian yang sama pun berulang di lepas pantai al-Soudaniya, sebelah barat Jabalia di Jalur Gaza Utara. Tidak ada korban jiwa terkait kejadian Jumat itu.

Penutupan daerah okupasi diperketat

Israel terus memaksakan penutupan ketat wilayah-okupasi (occupied palestinian territory/oPt). Mereka membatasi secara ketat pergerakan warga sipil Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Pasukan Israel terus memberlakukan larangan total pengiriman bahan baku ke Jalur Gaza, kecuali untuk barang dengan jumlah yang sangat terbatas. PCHR mengatakan, pasokan bahan baku yang dikirimkan tidak memenuhi kebutuhan minimal penduduk sipil di Jalur Gaza.

Lebih lanjut, PCHR menginformasikan, pasukan Israel juga terus memberlakukan larangan penuh terhadap ekspor Jalur Gaza, meliputi produk pertanian dan industri, kecuali untuk produk-produk berbobot ringan seperti bunga, stroberi, dan rempah-rempah. Namun, belakangan mereka mengizinkan ekspor beberapa sayuran seperti mentimun dan tomat, perabot dan ikan.

Sumber foto: dokumen ACT, Aljazeera, Middle East Monitor

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan