Hari Keempat Banjir Aceh Utara, Distribusi Bantuan Dimasifkan

Di hari keempat, Tim Emergency Response ACT dan MRI Lhokseumawe masih membersamai warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Tim terlibat langsung dalam distribusi bantuan dan dapur umum. Sebelumnya, tim juga mengevakuasi warga yang masih terjebak di rumah masing-masing.

Warga mengevakuasi sepeda motor menggunakan sampan. (ACTNews)

ACTNews, ACEH UTARA Relawan Masyarakat Relawan Indonesia Aksi Cepat Tanggap Lhokseumawe mengaktifkan posko pusat koordinasi dan logistik di pusat Kota Lhoksukon. Tim juga terlibat secara di dapur umum di hari keempat musibah banjir Aceh Utara, Rabu (9/12). Tim mulai mendistribusikan bantuan bahan makanan ke pusat-pusat pengungsian seperti Kecamatan Tanah Pasir dan Baktiya. 

Hidayatullah dari Tim Program ACT Lhokseumawe melaporkan, aksi relawan MRI Lhokseumawe terus berlanjut sejak banjir menerjang Aceh Utara, Sabtu (5/12). Berkolaborasi dengan berbagai pihak, relawan MRI-ACT mengevakuasi warga yang masih terjebak di rumah masing-masing. 

“Banjir dilaporkan melanda 17 kecamatan di Aceh Utara dan merendam ribuan rumah. Pengungsian dilaporkan mencapai 30.000 orang. Mereka diungsikan ke menasah-menasah gampong yang tidak terkena banjir,” kata Hidayatullah.

Banjir juga berdampak pada korban jiwa dan lahan pertanian. Di Aceh Utara, banjir menelan tiga korban jiwa.  Warga juga mengalami gagal panen padi yang berdampak ke ekonomi.

Sementara di Aceh Timur, banjir melanda hampir seluruh kecamatan dengan jumlah pengungsi mencapai 10 ribu orang.  Banjir juga telah menelan lima korban jiwa dengan dua orang.

“Tim ACT-MRI Lhokseumawe insyaallah akan terus membersamai korban banjir hingga tahap pemulihan. Insyaallah dukungan para dermawan menguatkan kami menghadapi segala tantangan di medan bencana,” tegas Hidayatullah.[]