Hari Tanah, Peringatan Perjuangan Rakyat Palestina

Hari Tanah, Peringatan Perjuangan Rakyat Palestina

Hari Tanah, Peringatan Perjuangan Rakyat Palestina' photo

ACTNews, JAKARTA – Penghujung Maret menjadi momen bagi rakyat Palestina untuk mengenang kembali perjuangan bangsa mereka untuk menjadi negeri yang berdaulat seutuhnya. Perjuangan ini terus dikenang setiap tanggal 30 Maret,  yang dikenal dengan Hari Tanah.

Kedutaan Besar Palestina di Indonesia mengadakan peringatan Hari Tanah, hari tewasnya 6 orang warga Israel keturunan Arab yang gugur di tangan pasukan Israel selama berlangsungnya demonstrasi pada 1976. Acara yang dilaksanakan pada Kamis (4/4) ini bertempat di Kedutaan Besar Palestina di bilangan Menteng, Jakarta Pusat dan dihadiri oleh sejumlah duta besar dan tokoh masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Zuhair Al-Shunn selaku Duta Besar Palestina untuk Indonesia menyatakan bahwa rakyat Palestina telah berjuang begitu lama untuk menghadapi konspirasi besar Israel yang ingin merebut tanah air mereka dan ibu kota mereka yaitu Kota Al-Quds.

“Sejak perjanjian Balfour sampai hari ini, rakyat Palestina berdiri menghadapi konspirasi besar yang bertujuan merampas tanah air mereka dan ibu kota mereka yaitu Kota Al-Quds” ujar Zuhair.

Menurut Zuhair, perjuangan rakyat Palestina bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi terkait dengan kondisi rakyat Palestina di Tepi Barat. Menurutnya, di Tepi Barat, tindakan kekerasan yang dialami warga sipil Palestina tidak hanya dilakukan oleh polisi dan pasukan Israel, namun juga oleh penduduk Israel. “Mereka menebang pohon-pohon, menyerang pemukiman penduduk Palestina, menyerang rakyat sipil Palestina, memperlakukan rakyat Palestina dengan secara tidak layak dan tidak manusiawi. Inilah tindakan-tindakan yang dilakukan baik oleh pasukan israel maupun oleh penduduk Israel,” imbuh Zuhair.

Kendati demikian, mereka tetap tegar dan tidak menyerah untuk meraih kemerdekaan yang dirampas oleh penjajah itu. Hal ini diutarakan oleh Zuhair yang ditemui selepas acara berlangsung. “Walaupun ratusan ribu hingga jutaan orang Palestina gugur, kami tetap akan mewujudkan tujuan kami itu,” ucapnya.

 

Great Return March

Pada Sabtu (30/3) lalu, penduduk Gaza berkumpul di perbatasan untuk memperingati satu tahun aksi yang dinamai Great Return March. Aksi damai yang telah berlangsung satu tahun lamanya itu digelar setiap hari Jumat dan dihadiri oleh ratusan ribu rakyat Palestina yang menuntut hak atas tanah air mereka.

Yon Machmudi, pengamat Timur Tengah yang ditemui selama acara berlangsung menyatakan, aksi semacam Great Return March ini sangat penting, khususnya untuk meningkatkan dukungan internasional terhadap Palestina.

“Momen-momen seperti ini menjadi penting untuk membangkitkan kembali semangat dan juga memperkuat hubungan dengan mereka yang memiliki perhatian khusus terhadap Palestina” paparnya Yon.

Terkait dengan aksi tersebut, Zuhair mengaku bangga dengan semangat dan keteguhan para peserta aksi. Ia menganggap aksi tersebut sebagai gerakan perlindungan yang merupakan perjuangan melawan Israel. “Kami mendukung aksi damai dan upaya damai yang mendukung tercapainya kemerdekaan Palestina yang mendukung terjaminnya hak bangsa Palestina dalam memutuskan langkahnya sendiri. Kami bangga terhadap rakyat kami. Rakyat kamilah yang memutuskan untuk menggelar aksi tersebut dan mereka akan terus melanjutkannya sampai meraih kemerdekaan," pungkas Zuhair.

Bagikan