Haru Ati Dapatkan Sedekah Modal dari Sahabat UMI

Ati tak bisa membendung harunya saat mendapatkan sedekah modal dari ACT. Modal tersebut akan dimaksimalkan Ati untuk meningkatkan usahanya di tengah pandemi yang berdampak pada berkurangnya pendapatan.

Haru Ati Dapatkan Sedekah Modal dari Sahabat UMI' photo
Penyerahan sedekah modal bagi Ati, nenek asal Ambon. Selama pandemi, dagangannya sepi pembeli, dan tambahan modal menjadi solusinya. (ACTNews)

ACTNews, AMBON – Kios kecil yang menjual keperluan sehari-hari milik Ati Bone tak seramai hari-hari biasanya. Pandemi Covid-19 yang mengubah kondisi itu. Penjualannya menurun, membuat uang yang dikantongi perempuan 62 tahun itu pun terdampak. Padahal, hasil dagangan dari kios kecil itu menjadi satu-satunya pemasukan ekonomi untuk melanjutkan kehidupan.

Ati menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tak jarang Ati memotong modal dagangan. Hal ini berdampak pada semakin berkurangnya pendapatan. Padahal, untuk memulai usaha kelontong tersebut, Ati harus rela menjual kalung emasnya sebagai modal awal.

Saya enggak punya uang waktu mau buka usaha 30 tahun lalu, jadi saya jual kalung emas tabungan saya. Alhamdulillah usaha lancar, tapi sejak pandemi sangat sepi pembeli,” ungkap Ati.

Saat ini, tambahan modal menjadi harapan Ati karena sudah banyak modal usaha yang ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Permodalan juga diperlukan demi melanjutkan usaha skala kecilnya itu. Mewujudkan mimpi Ati, ACT Maluku pada Rabu (1/7) menyerahkan sedekah modal untuk Ati.

Haru tak dapat dibendung, Ati menangis bahagia. Sambil terbata-bata ia mengucap terima kasih kepada relawan Masyarakat Relawan Indonesia yang menyerahkan sedekah tersebut. Ia pun sebelumnya tak pernah menduga bakal mendapat bantuan ini, karena ia hanya berpasrah pada keadaan yang membuat warungnya sepi pembeli.

Ati merupakan nenek asal Desa Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Ambon. Telah bertahun-tahun dirinya ditinggal meninggal dunia suaminya. Kondisi kesehatan Ati pun tak lagi sehat seperti sebelumnya. Beberapa tahun lalu strok menyerang Ati. Kini, ia hidup bersama seorang cucu yang masih sekolah sekaligus membatu Ati berjualan.

Kepala Cabang ACT Maluku Wabah Loilatu mengatakan, sudah ada puluhan perempuan pelaku usaha skala kecil yang mendapatkan permodalan dari ACT. Dana tersebut berasal dari masyarakat yang disalurkan untuk program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (Sahabat UMI). Program yang diluncurkan pada 2 Juni lalu itu memang ditujukan bagi perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga lewat usaha skala kecilnya. “Satu bulan berjalan, lebih dari tiga ribu penerima manfaat Sahabat UMI yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia, termasuk Maluku,” jelas Wahab, Kamis (1/7).[]


Bagikan