Hasil Tani Tak Mencukupi, Darto Kadang Menahan Makan

Mesti merawat 3 orang anak, Darto tak hanya mengandalkan tani karena hasilnya belum mencukupi. Terkadang ketika hasil tani sangat tipis, Darto hanya makan sekali atau tak makan sama sekali.

darto
Darto di depan sawahnya. (ACTNews)

ACTNews, PONOROGO – Istrinya meninggal lima tahun yang lalu. Sejak saat itu, Darto yang menghidupi kedua anaknya dan anak sepupunya yang tinggal bersamanya di Desa Semanding, Kecamatan Sambit, Ponorogo. Semuanya masih duduk di bangku sekolah mulai dari SD hingga SMK.

Kebutuhan sehari-hari dirasa cukup untuk keluarga Darto saat ini. Karena masa pandemi anak-anak tidak sekolah, jadi biaya yang dipakai untuk sekolah bisa disimpan atau digunakan untuk yang lain. Berbeda halnya jika masuk sekolah.

"Cukup, ndak cukup, mas. Kalau untuk biaya sekolah lagi banyak, kita hanya makan sekali. Bahkan tidak makan. Makanya saya mengajukan bantuan dari desa. Cuma belum dapat sekarang," cerita Darto yang pernah jadi TKI di tahun 2001 ini.

Jika berbicara penghasilan, Darto mengatakan hasil dari tani saja belum cukup untuk keluarganya saat ini karena masa panen yang cukup lama. “Kalau dari pertanian saja, dapatnya sekali panen Rp600 ribu sampai Rp700 ribu, itu untuk 3 bulan.  Ya, enggak cukup," ceritanya. Untuk menambah penghasilannya, ia menjadi buruh tani di dekat rumahnya. "Sekali panen bisa dapat tambahan maksimal Rp1,8 juta,” ujarnya pada Ahad (31/1/2021) lalu.


Selain itu, Darto juga memelihara sapi orang lain. “Saya pelihara, nanti
paron (separuh bagian keuntungannya). Lumayan hasilnya kalau dijual. Kotorannya juga bisa untuk memupuk sawah. Dua ekor sapi itu sekarang juga sudah beranak,”ungkap Darto.

Di akhir waktu bercerita, Darto melangitkan harapan dan semangatnya kepada Tim Global Wakaf – ACT yang datang ke tempatnya. Terutama setelah ia mendengar adanya program Wakaf Sawah Produktif yang akan membantunya.

"Semoga dengan program ini, produksi padi meningkat. Bisa bantu menutupi biaya sekolah anak saya. Program dari Global Wakaf – ACT ini saya akui sangat baik, dibanding kondisi sawah saya sebelumnya yang belum ada pendampingan," ujar Darto.

Wakaf Sawah Produktif juga saat ini menjadi salah satu motor dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional, yang bertujuan membentuk kedaulatan pangan negeri. Wakaf Sawah Produktif adalah hulu dari gerakan ini. Sehingga, selain memberdayakan petani sebagai produsen pangan, hasilnya juga dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. []