Hendra: Wakaf Produktif, Sebuah Konsep Luar Biasa

Teringat pesan-pesan almarhumah ibunya, Hendra pun tergerak untuk selalu berbagi dengan orang lain. Salah satunya melalui wakaf.

Hendra: Wakaf Produktif, Sebuah Konsep Luar Biasa' photo
Sertifikat penyerahan Wakaf Saham yang diwakafkan oleh Hendra. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – “Tidak perlu menunggu kaya dulu untuk berbagi. Tapi berbagilah, maka anda akan menjadi kaya,” kata Hendra Martono Liem disambut tepuk tangan audiens yang hadir di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (10/10) lalu. Ia baru saja selesai mendemonstrasikan cara bertransaksi sekaligus berwakaf di Global Wakaf melalui Henan Putihrai Sekuritas hari itu.

Sebanyak 49.400 saham senilai Rp 43.966.000, yang Hendra transaksikan melalui Henan Putihrai Sekuritas  dan seluruh dari keuntungannya nanti akan dikelola oleh Global Wakaf selaku nazir. Hendra selaku Chief Executive Officer dari ARA Hunter, sebuah perusahaan pengembang sistem trading saham, mengatakan ia terinspirasi dari ibunya yang seorang hajah. Ibunya selalu berpesan padanya untuk selalu berbagi kepada sesama.

“Saya tidak paham karena saya bukan seorang muslim. Tapi beliau sering mengatakan, ‘Kalau kamu melakukan kebaikan, sebenarnya kamu melakukan untuk diri kamu sendiri. Dan kalau kamu melakukan kejahatan, sebenarnya kamu melakukannya juga untuk kamu sendiri’,” pesan ibunda Hendra kepadanya.

Ia mengaku sangat tertarik kepada wakaf karena konsep wakaf produktif. Berbeda dengan sedekah yang hanya berupa pemberian, wakaf yang memberdayakan orang-orang di sekitar dan berjangka waktu panjang menurutnya sebuah konsep yang luar biasa.


Hendra sedang memberitahukan cara mewakafkan saham di Global Wakaf lewat Henan Putihrai Sekuritas. (ACTNews/Reza Mardhani)

“Anda memberikan (harta) kepada orang lain untuk mereka membuatnya menjadi usaha. Dan dari usaha tersebut kemudian mereka memberdayakan orang lain lagi. Jadi ini salah satu prinsip yang ada di Ara Hunter juga, ‘Let me help you, to help others’', itu yang selalu kami tekankan di ARA Hunter,” kata Hendra.

Hendra tidak mengharapkan bagaimana hasil wakaf tersebut ke depannya karena baginya pemberian itu telah terlepas darinya. Namun ia percaya pada Global Wakaf sebagai nazir yang kredibel. Terutama ia tertarik dengan bagaimana Global Wakaf bisa memberdayakan Lumbung Pangan Wakaf untuk masyarakat.

Syahru Aryansyah menjelaskan salah satu portofolio mereka dalam mengimplementasikan dana wakaf ialah melalui Lumbung Pangan Wakaf. Pengelolaan yang dilakukan selain berdampak pada masyarakat, juga akan memberdayakan ekonomi dari hulu ke hilir.

“Contohnya kita bangun agro industri, seperti Lumbung Pangan Wakaf. Bisa kami bangun rice mill, pabrik beras. Kemudian di hilirnya kami bangun distribution channel, masuk ke warehouse, kami salurkan ke minimarket yang kami bangun dan kami sebut dengan Ritel Wakaf. Jadi kami dari hulu ke hilir dari sisi pangan, contohnya seperti itu,” kata Syahru. Konsep itu yang membuat Hendra tertarik dengan wakaf.

Melalui kesempatan yang sama, Hendra juga menyarankan kepada para investor untuk jangan mencari untung, tetapi melayakkan diri untuk mendapatkan untung. Salah satunya dengan belajar analsis pasar dan juga tidak lupa bersedekah.

“Bagi teman-teman investor, saran saya adalah melayakkan diri dengan banyak belajar, mulai berbagai macam seperti analisa fundamental, teknikal, kuantitatif dan lain sebagainya. Dan salah satunya menurut saya yang penting, anda mulai belajar bersedekah. Dalam hal ini anda boleh pilih wakaf karena wakaf ‘Let me help you, to help others’,” pungkas Hendra. []

Bagikan

Terpopuler