Hewan Kurban Global Qurban ACT Turut Bahagiakan Santri di Pondok Pesantren Nuu War Bekasi

Global Qurban Aksi Cepat Tanggap mendistribusikan amanah hewan kurban kepada para santri di Pondok Pesantren Nuu War, Desa Tamansari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Ratusan paket daging kurban yang disembelih juga didistribusikan kepada masyarakat sekitar pondok pesantren.

Global Qurban
Tim Global Qurban-ACT distribusikan daging kurban kepada para santri Ponpes Nuu Waar. (ACTNews).

ACTNews, BEKASI – Global Qurban Aksi Cepat Tanggap mendistribusikan amanah hewan kurban kepada para santri di Pondok Pesantren Nuu War, Desa Tamansari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Ratusan paket daging kurban yang disembelih juga didistribusikan kepada masyarakat sekitar pondok pesantren.

Di sela proses penyembelihan hewan, pimpinan Ustaz Fadhlan Garamatan menyampaikan, banyak hikmah yang bisa dipetik dari momentum kurban tahun ini. Kurban yang dilaksanakan juga bersamaan dengan masa pembatasan kegiatan masyarakat.

“Momentum kurban yang bersamaan dengan pandemi yang makin meningkat, merupakan ujian yang Allah saat ini sedang mencari tahu siapa di antara hamba-Nya yang Islam dan beriman itu benar-benar beriman,” kata Ustaz Fadhlan kepada ACT News, Selasa (20/07/2021).

Untuk itu, ia pun mengimbau dan mengajak umat muslim di momentum ini agar menyikapi ujian demi ujian dengan rasa bahagia. Salah satunya berbagi kebahagiaan dengan berkurban.

“Maka jadikan ujian ini menjadi happy kita bahagia di hari raya kurban ini. Karena Allah ingin mencari tahu keimanan kita di atas muka bumi. Siapa yang memiliki keimanan kokoh maka insya Allah, Allah jauhkan virus. Ayo Sahabat Dermawan, Bapak, Ibu yang berkemampuan untuk menyapa masyarakat saudara sebangsa dengan kurban kita bersama ACT untuk melayani umat di masa pandemi,” ujarnya

Ia pun mengatakan, bahwa program kesehatan terbaik adalah ‘Cuci Tangan’, yang artinya membangun kepedulian dengan kurban, infaq, sedekah, dan wakaf dengan harta yang ada di tangan. “Di ACT ada berbagai macam program yang menanti ‘tangan-tangan’ untuk ‘dicuci’ dengan hati yang tulus karena keimanan. Alhamdulillah hari ini kita bahagia, santri juga sangat bahagia,” terangnya.

Di pondok pesantren tersebut, terdapat 800 lebih santri yang sebagian besarnya berasal dari wilayah Indonesia bagian timur. Pondok Pesantren Nuu War didirikan oleh Ustaz Fadhlan Garamatan pada tahun 2012.

Saat ini, fasilitas sarana dan prasarana telah mengalami perkembangan untuk mewujudkan visinya dalam dakwah yakni kesetaraan anak-anak Timur dari Indonesia. Berharap mereka menjadi generasi bangsa yang memiliki ilmu, iman, dan al-Quran dalam jiwanya.[]