Hidangan Akikah Menyapa Penduduk Gaza

Global Qurban Aqiqah kini juga menyapa penduduk Palestina. Dagingnya diolah sesuai dengan kebiasaan penduduk di sana. Akikah dari masyarakat Indonesia ini tak sebatas soal ibadah saja, tapi juga mengatasi permasalahan pangan yang sedang mendera Palestina.

Hidangan Akikah Menyapa Penduduk Gaza' photo
Pendistribusian hidangan olahan daging akikah Global Aqiqah di Gaza. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Daging segar yang berasal dari hewan yang baru saja disembelih menjadi bahan masakan seorang koki yang memasak di Dapur Umum Indonesia, Gaza, Palestina. Berbagai macam rempah dilumuri di daging tersebut dan diolah. Ketika matang, daging menjadi teman nasi yang biasa disantap penduduk Palestina.

Hidangan dengan lauk daging tersebut merupakan makanan siap santap dari program Global Qurban Aqiqah dari Global Qurban. Pada Juni lalu, Global Qurban berkesempatan menyembelih kambing akikah di tanah Palestina. Penyembelihan dilakukan di rumah potong hewan yang higienis untuk memastikan kebersihan di tengah pandemi Covid-19 yang juga menyerang Palestina. Proses masak pun dilakukan di Dapur Umum Indonesia yang kondisinya bersih.

“Kambing akikah tersebut diolah sesuai dengan makanan yang biasa disantap penduduk Palestina. Semua proses masak dilakukan di Dapur Umum Indonesia di Gaza dengan protokol kesehatan,” jelas Said Mukkafiy dari tim Global Humanity Response - ACT,

Semua proses masak dari awal hingga pengemasan dilakukan di Dapur Umum Indonesia dengan protokol kesehatan. Pembagian makanan siap santap pun dengan diantar langsung ke rumah penerima manfaat. Sebanyak 60 jiwa mendapatkan hidangan akikah ini. Mereka merupakan penduduk prasejahtera yang berada di wilayah Bait Hanoun, Gaza Utara.

Ahed Almubasher, salah seorang penduduk utara Gaza yang juga penerima hidangan siap santap dari program Global Qurban Aqiqah, mengatakan, selama ini pangan menjadi kebutuhan yang mendesak di tengah konflik kemanusiaan yang terjadi di sana. Ekonomi masyarakat pun lemah, apalagi sejak adanya pandemi Covid-19. “Kami (penduduk Palestina) memang semakin membutuhkan bantuan, khususnya sejak adanya Covid-19. Tujuannya agak kondisi tidak semakin membutuk,” ungkapnya Juni lalu.

Di Palestina, semenjak adanya pandemi Covid-19 membawa pengaruh banyak pada kehidupan masyarakatnya. Ekonomi di pun semakin terpuruk. Belum lagi konflik kemanusiaan yang terus terjadi dan belum kunjung reda juga.[]