Hidangan Humanity Food Bus Hadir Bagi Pekerja di Terminal Bekasi

Dampak pandemi membuat Terminal Bekasi sepi penumpang. Hal ini pun berimbas pada pendampatan pekerja yang menggantungkan rezeki di sana.

humanity food bus
salah satu pekerja di Terminal Bekasi yang mendapatkan hidangan siap santap dari Humanity Food Bus. (ACTNews)

ACTNews, BEKASI Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bekasi terus mendistribusikan hidangan siap santap. Kali ini, menggunakan armada terbarunya, yaitu Humanity Food Bus, di Terminal Induk, Kota Bekasi, Kamis (26/8/2021).

Sadikun (56), salah satu penerima menfaat mengungkapkan rasa syukur atas hidangan siap santap yang diolah di Humanity Food Bus ini. Baginya, adanya bantuan pangan menjadi peringan di tengah penurunan pemasukan dampak pandemi berkepanjangan. Sehingga, Sadikun tak perlu mengeluarkan uang untuk makan siang.

“Sehari-hari kerjaan saya kuli panggul. Kalau lagi ramai bisa dapat 50 ribu per hari. Tapi pernah juga enggak dapat sama sekali, kadang juga cuma dapat 5 ribu. Jadi kalau makan siang seadanya saja,” ujarnya.

Sudah 10 tahun lebih Sadikun melakoni pekerjaan sebagai kuli panggul di Terminal Bekasi. Selama PPKM, ia mengaku penghasilannya tidak menentu karena sepinya penumpang di terminal tersebut. Tak jarang ia sering mengandalkan dan mengharapkan bantuan sembako yang datang.

Penerima bantuan lain, Nana, seorang kondektur bus jurusan Bekasi-Bandung, juga mengeluhkan hal yang sama. Pendapatannya anjlok di masa PPKM sebab sepinya penumpang di Terminal Bekasi. Ia pun bersyukur saat mendapat sajian makan siang dari Humanity Food Bus.

“Alhamdulillah terima kasih, sudah dapat makan gratis, saya 16 tahun jadi kondektur bus, tapi sekarang sepi banget enggak ada pendapatan,” kata Nana.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Bekasi Rizky Renanda mengatakan, ACT memilih Terminal Bekasi sebagai lokasi pendistribusian hidangan dari Humanity Food Bus mengingat banyaknya para pekerja di terminal yang terdampak pandemi dan PPKM. Menurut Rizky, diharapkan dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban para pekerja harian tersebut.

“Kita berharap dengan sekotak makanan siap santap hari ini bisa meringankan beban saudara kita yang memang hidup dan berjuang di terminal,” harapnya.[]