Hidangan Iftar Dukung Pejuang Palestina di Al Aqsa

Pendirian dapur umum dan distribusi sajian iftar di sekitar Masjid Al Aqsa merupakan salah satu wujud dukungan dermawan Indonesia untuk pejuang Palestina.

Relawan ACT tengah menyiapkan hidangan iftar di dapur umum untuk warga Palestina di sekitar Al Aqsa.
Relawan ACT tengah menyiapkan hidangan iftar di dapur umum untuk warga Palestina di sekitar Al Aqsa. (ACTNews)

ACTNews, YERUSALEM – Aksi Cepat Tanggap merespons dengan sigap kekerasan yang dilakukan angkatan bersenjata Israel terhadap warga Palestina di sekitar Al Aqsa yang terjadi Kamis (6/5/2021) dan Jumat (7/5/2021). 

Sebagai wujud dukungan Dermawan Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendirikan dapur umum di sekitar Kompleks Masjid Al Aqsa. Said Mukaffiy dari Tim Global Humanity Response ACT menjelaskan, bantuan yang dihadirkan adalah hidangan iftar untuk warga dan para pejuang Palestina di sekitar Masjid Al Aqsa.

"Bantuan ini diberikan sebagai wujud dukungan Indonesia untuk para pejuang Palestina. Sabtu (8/5/2021) sejumlah 920 porsi dihidangkan. Selanjutnya, insyaallah 300 porsi per hari akan kami sajikan hingga akhir Ramadan nanti. Sebagian besar dari mereka juga sulit untuk memenuhi kebutuhan pangan di tengah aksi mereka membela haknya," ujar Said, Ahad (9/5/2021).

Said menjelaskan, ribuan porsi makanan siap saji ini dibagikan langsung ke para jemaah Masjid Al Aqsa. Pada Sabtu, distribusi makanan iftar salah satunya di pintu bagian timur atau gerbang Alqtanin.

"Kejadian Al Aqsha ini menjadi bukti bahwa zionis Israel masih melakukan kekejaman walaupun di bulan suci Ramadan. Pengusiran warga Palestina dari rumahnya yang terjadi di Yerusalem Timur juga menunjukkan bahwa mereka tidak menginginkan warga Palestina di Yerusalem," pungkas Said.

Sementara itu, Abeer, tim dari ACT yang memberikan laporan langsung di sana berharap kekerasan oleh angkatan bersenjata di Israel dapat terhenti agar warga Palestina dapat beribadah dengan tenang di sisa Ramadan ini.


Bantuan yang dihadirkan adalah hidangan iftar untuk warga dan para pejuang Palestina di sekitar Masjid Al Aqsa. (ACTNews)

"Malam ini (Sabtu 8/5/2021) bisa jadi adalah malam lailatulqadar, kami berharap agar ribuan jemaah dapat berkunjung ke masjid untuk menyambut dan mendapatkan lailatulqadar. Kami juga berharap agar malam ini tidak menyaksikan lagi apa yang kami telah saksikan kemarin, yaitu penembakan dan juga gas air mata kepada para jemaah," ujar Abeer.

Dalam serangan angkatan bersenjata Israel tersebut, selain menyebabkan ratusan jemaah terluka, beberapa area di kota Al Quds mengalami kerugian dan kehancuran signifikan karena serangan, baik di dalam Masjid Al Aqsa maupun di sekitarnya seperti di Kota Tua.

Tindakan represif yang dilakukan angkatan bersenjata Israel kepada warga Palestina sudah sering terjadi. Zionis Israel juga pernah mengganggu distribusi iftar ACT pada pertengahan April lalu. Para tentara tersebut tidak mengizinkan distribusi makanan dilakukan di Kompleks Masjid Al Aqsa. Bahkan, banyak tentara tersebut justru mengambil jatah makanan yang seharusnya diperuntukan bagi warga Palestina yang membutuhkan.[]