Hidangan Kurban Hangatkan Suasana Tasyrik Pertama

Setelah disembelih, kambing kurban di Desa Grogol, Paliyan, Gunungkidul langsung dikuliti dan dicacah dagingnya oleh bapak-bapak desa. Setelahnya, peran para ibu yang muncul. Mereka mengolah hidangan daging untuk nantinya dinikmati sebagai santap siang bersama.

ACTNews, GUNUNGKIDUL Asap dari tungku kayu mengepul di salah satu rumah warga di Desa Grogol, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, DI Yogyakarta. Sri, pemilik rumah, mengatakan, pagi itu ia dan tiga orang warga desa lainnya akan mengolah daging kambing sembelihan kurban untuk dimakan bersama, Senin (12/8) siang.

Aroma bermacam rempah menyeruak saat tersentuh minyak panas. Berbagai macam bumbu itu ditumis. Sri mengatakan, ia dan ibu-ibu desa lainnya akan mengolah daging kambing dari sembelihan kurban itu dengan bumbu tongseng. “Ini yang paling mudah dan cepat, kan buat makan siang nanti,” ungkap Sri sambil mengaduk tongsong di wajan besar.

Seisi dapur, yang dalam bahasa Jawa disebut pawon, dipenuhi asap. Asap itu membuat mata terasa perih. Namun, kondisi itu tak menjadi penyurut semangat para ibu untuk mempersiapkan hidangan kurban.


Proses memasak cukup singkat. Para ibu membagi tugas guna mempercepat pekerjaan. Ada yang mencuci bahan masakan, mengolah daging, serta menanak nasi. Dihitung, mereka memasak olahan daging hingga siap santap hanya dalam waktu dua jam.

Dari pawon, para bapak terdengar riuh. Mereka sedang berada di sebuah langgar tempat pemotongan kambing. Jaraknya hanya terpisah sepetak kebun jati yang daunnya mengering karena musim kemarau. Bapak-bapak ini yang menyembelih serta mencacah daging untuk kemudian dimasak para ibu.

Waktu menunjuk pukul 10.30 WIB, olahan daging telah matang. Para ibu membawa santapan dari olahan daging itu ke langgar. Di sana telah menanti puluhan warga yang terlibat penyembelihan hewan kurban dari Global Qurban. Mereka telah bersiap santap siang.


Makan bersama

Beralas tikar, puluhan orang menyantap masakan olahan daging yang telah dimasak ibu-ibu setempat. Kehangatan sangat terasa ketika itu, mereka sambil bercakap berbagai obrolan, mulai dari pekerjaan mereka sebagai petani serta obrolan lainnya.

Sutaryono selaku Ketua RT 17, Dusun Karangmojo, Desa Grogol Paliyan mengatakan, sudah dua kali Iduladha, Global Qurban mengadakan pemotongan kambing kurban di dusunnya. Puluhan hewan disembelih. Bahkan, pada 2019 ini ada 105 kambing yang disembelih.

“Tiap tahun juga warga di Desa Grogol menikmati hidangan seperti ini, makan bersama jadi tradisi,” ungkap Sutaryono.

Iduladha 2019 ini, Global Qurban menyembelih sekitar 200 kambing untuk didistribusikan di Gunungkidul. Pusat penyembelihan dilakukan di Kecamatan Paliyan serta Semin. Dua kecamatan itu merupakan dua di antara 14 kecamatan di Gunungkidul yang mengalami kekeringan.

Kharis Pradana dari Tim ACT DI Yogyakarta mengatakan, di tasyrik pertama itu selain menyembelih hewan kurban, ACT juga mendistribusikan air bersih. Desa Pengos, Kecamatan Paliyan, menjadi lokasi distribusi hari itu.

“Distribusi air ini menjadi program reguler kami selama kemarau, khususnya di Gunungkidul yang paling parah terdampak kekeringan karena minimnya sumber air,” jelas Kharis. []