Hidangan Lezat Bergizi Ceriakan Kaum Rentan di Gaza

Hidangan Lezat Bergizi Ceriakan Kaum Rentan di Gaza

ACTNews, GAZA - Langkah kaki relawan lokal Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus menelusuri gang-gang sempit di sekitar area Gaza. Setiap hari mereka berkeliling menyambangi satu per satu rumah. Pintu diketuk, lalu mereka menyapa warga Gaza dengan memberikan beberapa paket makanan siap santap hangat dari Dapur Umum Indonesia di Gaza. 

Dapur Umum Indonesia di Gaza terus beroperasi. Panganan bergizi tak hanya diberikan kepada rakyat Palestina yang keluar untuk menyuarakan kemerdekaan. Hidangan lezat ini juga dinikmati kalangan rentan yang terjaga di dalam rumah. Mereka adalah anak-anak, perempuan, lansia, dan juga para penyandang disabilitas. 

Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response ACT mengabarkan, pekan ketiga November pendistribusian hasil olahan Dapur Umum Indonesia oleh ACT di Gaza fokus pada kalangan rentan itu. Setiap hari, ada 1.000 paket makanan siap santap yang dihantarkan langsung ke kediaman mereka.

“Selama lima hari berturut-turut, dari Senin (19/11) sampai Jumat (23/11), Dapur Umum Indonesia-ACT menyediakan makanan berupa olahan nasi dan ayam untuk mereka,” kata Faradiba.

Relawan lokal ACT di Gaza bercerita, dalam sehari penuh mereka berkeliling mendatangi keluarga yang sudah didata sebelumnya. Mereka tidak hanya mendatangi kediaman di sekitar lokasi Dapur Umum Indonesia-ACT, tetapi juga sampai memasuki gang-gang sempit sekitar wilayah padat penduduk di Gaza.

Seperti di Gaza Utara, pendistribusian makanan siap santap dirampungkan di sebuah kamp pengungsian, penuh dengan tenda terpal kusam berwarna tanah. Setiap keluarga dalam tenda pengungsian masing-masing menerima beberapa kotak pangan. Aroma nasi hangat dengan sepotong daging ayam meruak dari balik kotak itu.

Singgah lagi ke sudut lain Gaza, di rumah-rumah kumuh dan gang sempit, relawan lokal ACT bertemu dengan tiga orang anak di depan sebuah rumah. Tanpa alas kaki, mereka bersantai di depan pintu rumah. Namun, bukan pintu dalam bentuk sesungguhnya, hanya sebuah tirai yang menjadi penutup lorong masuk rumah mereka. Padahal suhu di Gaza sedang dingin-dinginnya, belasan derajat Celsius sepanjang hari.

Berhenti sejenak, relawan lokal ACT di Gaza menyapa sembari memberikan tiga kotak nasi hangat untuk tiga bocah tanpa alas kaki itu. Di sudut lain gang, beberapa anak lain juga disapa. Jaket mereka tebal, namun beberapa lain tetap tanpa alas kaki. Belasan kotak nasi hangat dengan menu yang sama, jadi santap anak-anak Gaza di hari itu.

Makanan hangat Dapur Umum Indonesia dikirimkan tidak hanya dari pintu ke pintu. Di sebuah meja panjang, acara makan bersama pun digelar. Puluhan ibu dan lansia Gaza berkumpul bersama, nasi biryani dan potongan ayam hangat menjadi menunya.

Terhitung sampai pekan terakhir November 2018, sudah 26 hari, Dapur Umum Indonesia-ACT beroperasi melayani kebutuhan pangan sehari-hari rakyat Palestina di Gaza. Ditotal dari jumlah porsinya, sebanyak 26.906 jiwa tercatat menjadi penerima manfaat Dapur Umum Indonesia-ACT.

“Insya Allah program dapur umum ini akan berlangsung hingga akhir November mendatang,” kata Faradiba.

Berkomitmen untuk terus bersama perjuangan rakyat Palestina, Dapur Umum ACT hadir menopang kebutuhan pangan mereka khususnya di Gaza. Hari-hari berikutnya, Faradiba mengatakan, insya Allah ribuan porsi makanan siap santap akan terus didistribusikan hingga seantero Gaza.

“Targetnya tetap lintas usia, mulai dari anak-anak Gaza yang hidup serba sulit, para pelajar, lansia, hingga kaum disabilitas menjadi fokus utama ACT dalam melakukan pendistribusian,” pungkas Faradiba. []